Tanah Ombak Hidupkan Literasi dan Seni dari Pesisir
- 03 Nov 2025 11:03 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Gerakan literasi dan seni terus bergema dari pesisir Padang, Sumatera Barat, lewat komunitas Tanah Ombak. Komunitas ini didirikan oleh Syuhendri Dt. Siri Marajo, atau akrab disapa Mamak Kito, seorang seniman dan penggiat budaya asal Balingka, sejak akhir tahun 2015.
Tanah Ombak menjadi wadah edukasi dan kreativitas anak berbasis seni dan literasi. Berawal dari kelompok studi sastra dan teater “Noktah”, komunitas ini berkembang menjadi gerakan sosial yang membangkitkan semangat belajar anak-anak pesisir melalui kegiatan teater, membaca puisi, hingga menulis cerita rakyat.

Mak Datok berharap seni terus menjadi sarana edukasi dan pembentuk karakter generasi muda Minangkabau, agar budaya daerah ini tetap kokoh bersanding dengan budaya dunia. (Foto: Dokumentasi Dt. Siri Marajo)
“Saya ingin anak-anak di pesisir Padang punya ruang berekspresi dan percaya diri lewat seni,” ujar Mamak Kito dalam wawancara radio 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta pada Rabu malam 29 Oktober 2025.
Latar belakang keluarga sederhana tak menghalangi langkahnya menapaki dunia seni hingga menyelesaikan pendidikan pasca sarjana di Institut Seni Indonesia atau ISI Yogyakarta. Mamak Kito telah aktif di dunia teater sejak kuliah tahun 1988, bahkan sejak duduk di bangku SD sudah mengenal panggung drama.
Perjalanan panjangnya di bidang seni dan literasi membuahkan banyak penghargaan. “Saya pernah meraih juara pertama Gramedia Reading Competition tingkat Sumatra tahun 2015, dan membawa tim menjadi lima besar Festival Teater Anak Nasional di Taman Ismail Marzuki, Jakarta,” ucapnya.
Komunitas Tanah Ombak juga menorehkan prestasi dengan dinobatkan sebagai Komunitas Literasi Terbaik se-Sumatera Barat dan Komunitas Literasi Paling Rekreatif dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018.
Keberadaan komunitas ini telah menarik perhatian banyak tokoh nasional seperti Najwa Shihab, Desy Ratnasari, hingga Cut Mini. Filosofi nama “Tanah Ombak” menggambarkan semangat yang dinamis seperti ombak, sekaligus subur seperti tanah—melahirkan generasi muda yang berkarakter, jujur, dan kreatif.
Kini, selain membina komunitas, Mamak Kito juga mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat. Ia terus mendorong agar seni dijadikan sarana pendidikan karakter bagi generasi muda Minangkabau.
“Seperti ombak yang tak pernah berhenti, karya dan pengetahuan juga harus terus mengalir,” kata Mamak Kito.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....