Musik Jadi Jembatan Inklusivitas Anak di Lampung
- 27 Okt 2025 16:03 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Fenomena inklusivitas dalam dunia musik menjadi bahasan menarik dalam program Suara Budaya Nusantara RRI dipandu oleh Nona Ria Kharisma dari RRI Lampung dan Mariana Suhendi dari RRI Jakarta. Mereka berbincang dengan Rikky Ramlie, Ketua Komunitas Pelangi Anak Indonesia sekaligus Sekretaris Komite Musik Dewan Kesenian Lampung, yang aktif mengembangkan ruang kreatif bagi anak-anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, melalui kegiatan seni dan budaya.
Komunitas Pelangi Anak Indonesia yang berdiri sejak 2017 memiliki berbagai kegiatan seni, mulai dari belajar musik tradisional, menari, hingga belajar bahasa Lampung. Menurut Rikky, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar melatih keterampilan seni, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini. “Kalau bukan kita yang mengenalkan bahasa dan budaya Lampung ke anak-anak, siapa lagi? pentingnya dukungan orang tua dalam membangkitkan kecintaan anak terhadap kebudayaan lokal," ujarnya, Senin, 27/10/2025.
Menariknya, komunitas ini juga membuka ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus seperti penyandang autisme, tunanetra, dan down syndrome. Rikky mengaku, mengajar mereka membutuhkan kesabaran dan pendekatan yang berbeda. “Awalnya tidak langsung ke materi, tapi kami ajak mereka bermain, bercerita, dan berinteraksi dulu. Kalau mereka sudah senang, baru kita kenalkan alat musiknya,” tuturnya.
Dengan pendekatan emosional dan suasana yang menyenangkan, para peserta mulai tertarik mempelajari alat musik tradisional Lampung. Rikky menilai, kunci keberhasilan dalam pendidikan inklusif adalah kedekatan dan rasa percaya antara pengajar dan anak didik. “Anak-anak ini perlu dirangkul, bukan diarahkan dengan paksaan. Kalau mereka sudah merasa nyaman, mereka akan belajar dengan hati,” tambahnya.
Di penghujung wawancara, Rikky menegaskan bahwa musik tradisional bukan hanya warisan budaya, tetapi juga sarana inklusi sosial yang menyatukan berbagai latar belakang anak. “Semua anak punya hak yang sama untuk mengenal budaya kita,"ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....