Kearifan Lokal sebagai Fondasi Pembangunan Sosial
- 24 Okt 2025 22:46 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Komunitas Asmari Kertajaya menjadi salah satu sorotan dalam acara siaran radio Apresiasi Budaya Banyumas yang disiarkan 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta, Jumat 24 Oktober 2025. Komunitas ini berdiri sejak tahun 1989 sebagai wadah alumni SMA Negeri se-Purwokerto lintas generasi yang bertujuan menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal untuk memperkuat pembangunan sosial di Banyumas.
Selama lebih dari tiga dekade, Asmari Kertajaya aktif melestarikan budaya Banyumasan melalui festival kesenian rakyat, pelatihan calung, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Upaya ini bukan sekadar menjaga tradisi, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong dan cinta tanah air di kalangan generasi muda.

Agus Maryono, Wakil Ketua Umum Asmari Kertajaya, bersama Andriyani Sulistyowati, Ketua Umum Asmari Kertajaya. Keduanya menjadi figur penting dalam pelestarian kearifan lokal Banyumas. (Foto: Dok. Pribadi)
Wakil Ketua Umum Asmari Kertajaya, Agus Maryono, menyebut Asmari Kertajaya sebagai contoh nyata gerakan pembangunan berbasis kearifan lokal. “Mereka bukan hanya melestarikan budaya, tapi juga membangun kesadaran sosial dan lingkungan. Seni dijadikan alat untuk perubahan yang ramah bumi,” ujarnya kepada RRI Jakarta.
Menurut Agus, kegiatan seperti penanaman pohon sambil menampilkan kesenian rakyat menjadi bukti bahwa budaya dapat bersinergi dengan pelestarian alam. Ia menilai, semangat komunitas ini mencerminkan karakter masyarakat Banyumas yang terbuka dan bergotong royong.
Sementara itu, Andriyani Sulistyowati sang Ketua Umum Asmari Kertajaya, menilai peran Asmari Kertajaya sangat penting bagi pendidikan karakter generasi muda. “Lewat latihan calung atau lengger, anak-anak belajar disiplin, kerja sama, dan menghargai warisan leluhur,” kata Andriyani.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara komunitas budaya dan lembaga pendidikan harus diperkuat di berbagai daerah lain. Menurutnya, pendidikan berbasis budaya lokal adalah salah satu kunci untuk membangun masyarakat yang berakar pada nilai-nilai luhur bangsa.
Dari ruang budaya Banyumas, Asmari Kertajaya ingin pembangunan sejati tidak selalu lahir dari kebijakan besar, melainkan dari rasa cinta terhadap daerah sendiri. Melalui kearifan lokal, mereka membangun solidaritas, memberdayakan masyarakat, dan menjaga identitas budaya sebagai fondasi pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....