Zahra Safira Melangkah dari Kelas Modeling ke Nasional

  • 16 Okt 2025 12:06 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Zahra Safira, Putri Remaja Indonesia Banten Lingkungan dan Favorit 2025, menceritakan perjalanan awalnya di dunia modeling yang dimulai baru satu tahun lalu. Gadis berusia 17 tahun ini mengaku tertarik setelah melihat iklan kelas modeling di media sosial.

“Awalnya aku lihat iklan kelas modeling di Instagram, terus aku bilang ke mama mau ikut,” ujar Zahra dalam wawancara radio 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta, Kamis 16 Oktober 2025. Ia mengikuti kelas modeling di Bumi Serpong Damai atau BSD Tangerang Selatan Banten yang menjadi awal keberaniannya tampil di depan publik.

Zahra Safira (tengah), Putri Remaja Indonesia Banten Lingkungan dan Favorit 2025 bersama sang ibu (kanan) sedang diwawancara penyiar radio Nova Calista dalam program siaran Radio 'Obrolan Budaya' di 92,8 FM Pro4 RRI Jakarta, Kamis (16/10/202) (Foto: RRI)

Sebelum menekuni dunia modeling, Zahra aktif mengikuti berbagai kegiatan seperti berenang dan menari. Ia juga sempat mewakili sekolahnya dalam ajang lomba tari dan renang. “Tapi waktu ikut kelas modeling, aku baru merasa ini dunia yang cocok buatku,” ucapnya.

Pengalaman pertamanya tampil di ajang fashion show di Bekasi menjadi langkah penting sebelum melangkah ke panggung nasional. Dari situ, ia memberanikan diri mendaftar dalam ajang Putri Remaja Indonesia. “Awalnya cuma pengen coba hal baru aja, penasaran juga itu tuh apa. Jadi aku memberanikan diri daftar,” kata Zahra.

Tak disangka, keputusannya itu membawanya meraih gelar Putri Remaja Indonesia Banten Lingkungan 2025 serta Putri Favorit Nasional 2025. Zahra mengatakan, pidatonya tentang kepedulian lingkungan menjadi salah satu faktor yang membuat juri terkesan. “Mungkin karena waktu speech aku bahas tentang lingkungan, jadi itu salah satu faktor aku bisa dapat title itu,” ucapnya.

Dalam ajang tersebut, Zahra juga menyoroti pentingnya peran generasi muda untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Ia menegaskan, “Sebagai remaja kita harus tahu ngapain sih agar bisa terciptanya Indonesia Emas 2045.”

Sementara itu, sang ibu yang turut mendampinginya dalam wawancara di studio Pro4 RRI Jakarta mengaku bangga dengan pencapaian putrinya. “Sebenarnya nggak nyangka, karena waktu itu malam-malam dia tiba-tiba bilang mau coba daftar,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....