Menteri Kebudayaan Tegaskan Literasi sebagai Pilar Diplomasi Budaya
- 25 Sep 2025 19:13 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta : Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, membuka penyelenggaraan Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025, yang digelar oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI), di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Rabu (24/9/2025).
Dalam sambutannya, Menbud Fadli Zon menegaskan pentingnya literasi, sebagai fondasi pembangunan bangsa, serta sebagai pintu diplomasi budaya, yang menjembatani Indonesia dengan dunia internasional. Mengusung tema “Exploring Content, Enlightening Mind”, IIBF 2025 menjadi ajang pertemuan gagasan lintas bangsa, di tengah derasnya arus informasi dan tantangan era digital.
Menurut Menbud Fadli, tema itu mengingatkan kembali akan esensi literasi, yakni membaca dengan kesadaran, menulis dengan makna, dan menerbitkan dengan visi. “Konten yang berkualitas bukan hanya memperkaya wawasan, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat jati diri bangsa,” ujarnya.
Tidak hanya menjadi pameran buku, menurut Menbud Fadli, IIBF berfungsi sebagai ruang diplomasi budaya, di mana penulis, penerbit, dan agen literasi saling bertukar ide dan inspirasi. Tahun ini, IIBF tidak hanya diikuti oleh penerbit-penerbit dari dalam negeri, tetapi juga oleh penerbit dan agen literasi dari berbagai negara, yang tergabung sebagai exhibitor dan peserta aktif, dalam program Indonesia Rights Fair (IRF).
IIBF menampilkan lebih dari 70 peserta Indonesia Rights Fair (IRF) dari 17 negara, yang menandakan semakin diperhitungkannya literasi Indonesia di tingkat global.
Dalam kesempatan ini, Menbud Fadli juga menekankan, Kementerian Kebudayaan menempatkan literasi dan penerbitan, sebagai bagian penting dalam Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya. “Melalui MTN, pemerintah berupaya mengidentifikasi, membina, dan menghubungkan talenta-talenta unggul bangsa, termasuk penulis, penerjemah, editor, ilustrator, dan penerbit,” ucap Menbud Fadli.
Sejalan dengan itu, lanjut Menbud Fadli, pemerintah memperkenalkan program MTN Translation Funding, untuk mendukung penerjemahan karya-karya Indonesia ke berbagai bahasa, sekaligus meluncurkan Indonesia Rights Fair Fellowship Program 2025, guna mempertemukan penerbit internasional dengan potensi literasi Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....