Paguyuban Wong Kebumen Lestarikan Budaya Ngapak di Perantauan
- 25 Agt 2025 01:16 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Paguyuban Wong Kebumen atau PWK mengusung semangat nguri-uri budaya dalam perayaan HUT ke-9 di Kalibata, Jakarta, Minggu 24 Agustus 2025. Acara ini menjadi wadah pelestarian seni, bahasa, dan kuliner khas Kebumen di tengah kehidupan modern perantau.
Pembina PWK, Yadi Susanto, menyebut perayaan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga ajang menjaga identitas daerah. “Kami ingin budaya Kebumen tetap hidup, meski berada di rantau. Bahasa ngapak, kesenian ebeg, kuda lumping, wayang, hingga makanan khas seperti nasi penggel dan lanting harus terus diwariskan,” ujar Yadi.
Selain melestarikan tradisi, PWK juga memperkuat silaturahmi dan solidaritas antaranggota di Jabodetabek. “Paguyuban ini berdiri untuk mempertemukan sedulur di perantauan agar tetap guyub rukun dan saling mendukung. Itulah nilai yang kami jaga selama sembilan tahun ini,” ucapnya.
PWK juga aktif beradaptasi dengan era digital melalui media sosial dan website resmi. “Kami melibatkan generasi muda agar estafet kepemimpinan berjalan. Digitalisasi menjadi jembatan untuk mengenalkan budaya Kebumen ke masyarakat luas,” kata Yadi.
PWK Menurutnya juga menjadi ruang solidaritas dengan menggalang dana sosial untuk membantu anggota yang terkena musibah serta mendukung warga Kebumen di kampung halaman. “Kami berusaha hadir bukan hanya dalam suka, tapi juga duka. Kebersamaan ini yang membuat paguyuban tetap hidup dan berarti,” ujar Yadi.
Selain itu, PWK turut mendorong pemberdayaan ekonomi melalui koperasi dan pelatihan keterampilan. “Kami ingin Wong Kebumen di rantau bisa mandiri, kreatif, dan saling menopang. Dari UMKM hingga digital marketing, semua diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....