Ancaman AI Uji Ketahanan Industri Voice Over Indonesia

  • 06 Agt 2025 06:14 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Bogor: Kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence/AI menimbulkan kekhawatiran tersendiri di industri voice over dan dubbing tanah air. Namun, komunitas penggiat suara menegaskan bahwa peran manusia tetap tak tergantikan dalam membangun emosi dan komunikasi.

Hal ini mencuat dalam perayaan 7 tahun Komunitas Voice Over, Dubber, dan Announcer Indonesia atau KVDAI bertajuk “Ulin Ka Bogor” yang digelar di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Sabtu 2 Agustus 2025. Salah satu sesi diskusi membahas langsung dampak kehadiran AI terhadap ketahanan industri kreatif suara.

Kepala LPP RRI Jakarta, Mochamad Bugi Hidayat, mengatakan bahwa AI belum bisa menggantikan kecerdasan emosional manusia. "Kesempatan masih ada. Bicara soal AI sebagai kecerdasan buatan manusia, dia (AI) tidak punya kecerdasan emosional, tidak punya naluri dan empati," ujar Bugi. (Foto: Dok. KVDAI )

Kepala LPP RRI Jakarta, Mochamad Bugi Hidayat, mengatakan bahwa AI belum bisa menggantikan kecerdasan emosional manusia. "Kesempatan masih ada. Bicara soal AI sebagai kecerdasan buatan manusia, dia (AI) tidak punya kecerdasan emosional, tidak punya naluri dan empati," ujar Bugi.

Ia menekankan, dialog manusia dalam voice acting mampu membangun suasana yang belum bisa direplikasi AI. "Sementara manusia saat berdialog bisa membangun emosi, membangun suasana. AI nggak bisa karena hanya berbasis data. Tetap semangat dan jangan ragu karena di situ masih ada RRI," kata Bugi menambahkan.

Para pelaku industri suara berkumpul dalam perayaan 7 tahun KVDAI di Kota Bogor. Mereka menegaskan bahwa peran manusia tak tergantikan meski AI terus berkembang. (Foto: Dok. KVDAI )

Presiden KVDAI, Arief Budiman, menyebut bahwa komunitas suara harus terus tumbuh dan berkembang dalam menghadapi tantangan zaman. “KVDAI saat ini tidak sekadar komunitas, tetapi menjelma menjadi rumah bagi para penggiat akting suara,” ujar Arief dalam sambutannya.

Sementara itu, pendiri KVDAI Yohanes Wibowo menegaskan bahwa keyakinan dan semangat positif menjadi kunci bertahan di tengah tantangan teknologi. "Pancarkan vibrasi dan energi positif agar rejeki itu datang. Tetap semangat dan selalu berpikir positif," ucap Yohanes.

Dengan lebih dari 22.000 anggota di Indonesia dan mancanegara, KVDAI menegaskan posisi penting komunitas dalam merespons perubahan zaman. Melalui tema “Beda Warna, Bersatu dalam Karya,” acara ini menyoroti pentingnya perbedaan sebagai kekuatan dalam berkarya bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....