Cerita Sakta Ubah Tugas Kuliah Jadi Komunitas Walking Tour

  • 05 Agt 2025 20:48 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Cerita Sakta menjadi contoh transformasi tugas akhir kuliah menjadi komunitas walking tour yang berkembang pesat. Komunitas ini dirintis oleh Uggasena Ariya dan Laura Aurelia, dua dari empat co-founder lulusan Universitas Indonesia jurusan Manajemen Bisnis Pariwisata.

Berawal dari ketertarikan terhadap pariwisata lokal, mereka memilih konsep local walking tours sebagai proyek edukatif. “Karena kita suka jalan-jalan dan ingin mengeksplor wisata kota, walking tour jadi pilihan tepat sebagai bentuk pembelajaran dan pengalaman,” kata Uggasena Ariya dalam program siaran radio 'Sore Ceria' di 105 FM Pro2 RRI Jakarta, Selasa, 5 Agustus 2025.

Mereka bilang awalnya, rute tur hanya mencakup area kampus Universitas Indonesia. Namun, setelah melakukan survei ke berbagai lokasi, mereka melihat potensi besar di kawasan Surya Kencana, Bogor, serta Museum Basuki Abdullah, Jakarta Selatan.

“Sebenarnya aku pernah gabung juga di Jakarta Good Guide. Dari situ, aku sadar masih banyak rute tour walking yang belum tergarap,” ujar Uggasena. Ia menambahkan, karena masih mahasiswa saat itu, mereka memiliki keleluasaan untuk memulai rute eksklusif di lingkungan kampus.

Nama Cerita Sakta merupakan singkatan dari “Susuri Alam, Kisah, dan Sudut Kota” yang mencerminkan identitas komunitas trekking ini. “Kita ingin menyusuri kota dengan sentuhan alam dan sejarah yang membuat orang lebih mengenal tempat secara mendalam,” ucap Laura.

Komunitas ini juga membatasi peserta maksimal 15 orang per rute untuk menjaga kenyamanan dan kedekatan selama tur berlangsung. Selain edukasi, mereka juga menanamkan nilai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung.

Pilihan lokasi seperti Surya Kencana didasarkan pada kekayaan spot kuliner dan budaya di kawasan itu. Sedangkan Museum Basuki Abdullah dipilih karena memiliki nilai sejarah tinggi namun kurang terekspos oleh publik.

“Kami mempelajari latar belakang lukisan dan sejarah museum agar peserta mendapat pengalaman lengkap, bukan sekadar berjalan-jalan,” kata Uggasena menegaskan.

Cerita Sakta juga telah menyiapkan seragam biru sebagai simbol identitas komunitas dan semangat kebersamaan. Kedepannya, mereka berencana memperluas rute dan merekrut pemandu baru yang memahami konsep wisata edukatif lokal.

(Aprillia Pujarama - Akademi Komunikasi Media Radio dan TV Jakarta berkontribusi menyusun laporan ini)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....