Anak Petani Ini Bertransformasi Jadi Kreator dan Pengusaha Muda
- 01 Agt 2025 01:10 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Rapidah, perempuan muda asal Kumpulan, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menginspirasi banyak orang melalui perjalanan hidupnya sebagai content creator dan pengusaha muda. Lahir dari keluarga sederhana, Rapidah membuktikan bahwa anak petani juga mampu menorehkan prestasi dan dampak positif bagi masyarakat.
Ayahnya, Irnaldi, seorang petani, memberikan dukungan terhadap pendidikan dan bakat seni anak-anaknya. Rapidah, anak bungsu dari tiga bersaudara, menamatkan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Kota Bukittinggi dan kini bercita-cita melanjutkan ke jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam.
Di bidang seni, Rapidah mengukir berbagai prestasi sejak usia sekolah. Ia pernah meraih juara 1 baca puisi tingkat kecamatan, juara 2 tingkat provinsi, hingga juara nasional dan juara favorit lomba film pendek. Dukungan keluarga membuatnya berani keluar dari rasa malu dan terus berkarya.
Rapidah mengatakan telah bermimpi menjadi konten kreator sejak kecil dan mulai serius menekuninya setelah lulus dari MAN. "Saya ingin dikenal karena kebaikan dan konten edukatif yang saya buat. Keinginan saya untuk mengembangkan diri dan memberi dampak positif untuk masyarakat luas membuatnya saya terus konsisten berkarya," ujar Rapidah disaat diwawancarai melalui sambungan telepon di siaran radio bertajuk Apresiasi Budaya Minangkabau 92,8 FM Pro 4 RRI Jakarta, Rabu 30 Juli 2025.
Tak hanya aktif di dunia digital, Rapidah juga membangun bisnis kuliner bernama Nidah Kebab. Ia menolak tawaran kuliah di jurusan Bahasa Inggris dan memulai usaha dengan dukungan investor sebesar Rp500.000. Kini, Nidah Kebab dikenal di Pasaman dan menjadi salah satu brand lokal terlaris.
“Usaha saya bukan hanya soal makanan, tapi juga tentang menciptakan suasana yang hangat dan akrab bagi pelanggan,” ucap Rapidah. Ia terus memperluas bisnis sambil tetap memproduksi konten edukatif.
Rapidah memiliki visi besar untuk membawa nama Pasaman dan Minangkabau ke tingkat nasional dan internasional melalui budaya dan wirausaha. “Saya ingin membangun negeri ini lewat karya dan memperlihatkan bahwa anak dari pelosok juga bisa memberi dampak besar,” ujarnya penuh harap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....