Wamen Veronica Hadiri Acara Gerakan Indonesia Bermain 2025

  • 20 Jul 2025 17:21 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Dalam rangka menyambut perayaan Hari Anak Nasional 2025, Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK), menyelenggarakan acara bertajuk Gerakan Indonesia Bermain (GIB) 2025. Acara itu bertujuan memuliakan hak anak untuk bermain, sebagai bagian dari proses tumbuh kembang yang sehat, tangguh, dan utuh secara fisik, emosional, sosial, dan spiritual.

Acara yang diselenggarakan pada Minggu (20/7/2025) di Taman Budaya Sentul City, dihadiri lebih dari 1.000 anak, termasuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK), ratusan orang tua, guru, dan relawan dari berbagai penjuru Jakarta, yang bersatu dalam satu semangat, bermain bersama untuk Indonesia. Yang istimewa, tahun ini GIB 2025 juga dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Veronica Tan.

"Sebenarnya ini rangkaian menuju Hari Anak Nasional, yang kebetulan program dari Kementerian PPPA itu mendesentralisasi. Jadi Ibu Menteri PPPA dengan timnya semua, mengajak semua daerah, jadi tidak sentralisasi acara khusus (perayaan Hari Anak Nasional), tapi masing-masing daerah merayakan, mengkampanyekan Hari Anak Nasional ini," ujar Veronica Tan kepada wartawan di Taman Budaya Sentul City, Minggu (20/7/2025).

Veronica mengaku hadir di acara Gerakan Indonesia Bermain 2025, untuk mendukung upaya agar anak-anak punya aktivitas di luar ruangan yang positif. "Ayo dong kita bermain, jadi tidak hanya sekolah akademisi, dan kita dorong supaya anak-anak itu juga punya aktivitas luar yang positif. Di Gerakan Indonesia Bermain juga dihadirkan seribu anak-anak, plus anak-anak berkebutuhan khusus juga," kata Veronica.

Menurutnya, acara Gerakan Indonesia Bermain juga bertujuan agar anak-anak tidak kecanduan gawai atau gadget. Karena itu, Kementerian PPPA juga mengajak seluruh pihak terkait, untuk kembali memasyarakatkan permainan tradisional.

"Sebenarnya (GIB) ini merupakan kampanye juga ya supaya anak-anak itu lepas dari gadget. Kita harus mengajak semua stakeholder, untuk bersama-sama mengkampanyekan memberikan ruang yang aman buat anak-anak kita. Jadi ruang amannya, ruang positif, di CFD juga Ibu Menteri (PPPA) mengajak semua permainan tradisional diaktifkan kembali. Kalau dulu saya mainnya kan congklak ya," kata Veronica.

Sementara itu, Lily Salim, Play Therapist Program Director YIPABK (Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus), menyatakan para peserta acara Gerakan Indonesia Bermain 2025, mayoritas merupakan anak-anak pra sejahtera. "Kita mengajak anak-anak pra sejahtera, karena mereka kan gak selalu punya kesempatan. Jadi kesempatan bermain itu diberikan kepada anak-anak pra sejahtera," kata Lily.

"Tapi juga ada anak-anak yang sejahtera. Jadi mereka dari Cilincing, Tanah Merah, Pesakih, Depok, Rumah Autis, Down Syndrome, kemudian ada juga dari Sekolah Murid Merdeka," tambahnya.

Lily menjelaskan, seluruh anak yang hadir di acara Gerakan Indonesia Bermain 2025, mendapat kesempatan bermain sejumlah permainan tradisional. "Ada congklak, engklek, pokoknya yang tradisional. Kemudian ada giant board, jadi main ular tangga atau ludo dalam bentuk besar, jadi pionnya itu anak-anak. Kemudian ada permainan tim, kelompok, kaya gobak sodor, ular naga, main karet. Pokoknya belajar bersosialisasi, berempati, berbagi dengan teman-teman," kata Lily.

Gerakan Indonesia Bermain bukan sekadar acara, melainkan ruang temu lintas komunitas, yang menghadirkan permainan tradisional dan modern, zona eksplorasi seni, aktivitas sensorimotor, dan sesi permainan kolaboratif yang menyenangkan. GIB adalah ruang di mana setiap anak, tanpa kecuali, merasakan kebebasan untuk berekspresi, bereksplorasi, dan bersosialisasi dengan aman dan penuh kegembiraan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....