Tradisi dan Inovasi Bertemu dalam Secangkir Teh
- 24 Mei 2025 17:43 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Teh bukan hanya sekadar minuman, tetapi simbol budaya yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Lantas apa yang bisa anda bayangkan jika tradisi nenek moyang dan inovasi modern bertemu dalam secangkir teh?
Perusahaan asal Malaysia, Tradisi EMBAH SDN. BHD, mengenalkan teh herbal di HopeClat Café Gedung Permata Kuningan, Sabtu 24 Mei 2025 kemarin. “Kami mengangkat kembali warisan leluhur yang memanfaatkan herba alami sebagai bentuk perawatan kesehatan,” ujar Rosliza Rahman, pemilik perusahaan.
Produk teh botani mereka terdiri dari dua varian, dengan nama yang tidak biasa, yakni Teh Botani Perjaka dan Teh Botani Srikandi. “Keduanya diracik dari bahan alami seperti kunyit hitam, temu lawak, kacip fatimah, dan teh hitam,” ucap Dr. Eshaifol Azam Omar, peneliti produk.
Dr. Eshaifol menyatakan, Teh Srikandi ditujukan bagi perempuan untuk menjaga kesehatan luar dalam, sedangkan Teh Perjaka untuk stamina laki-laki. Produk ini juga dalam proses pengajuan sertifikasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan atau BPOM dan halal di Indonesia.
Robert L Tobing, COO PT Perdana Grup Indonesia, menyampaikan ketertarikannya untuk mengimpor produk ini. “Produk ini alami tanpa bahan kimia dan terbukti bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Lembaga Pengembangan Kapasitas SDM Indonesia atau Alpeksi, Julia Putri Noor, memberikan testimoni produk ini. “Baru tiga hari mencoba Teh Srikandi, saya sudah merasakan peningkatan stamina,” ucapnya. Ia berencana melibatkan organisasi yang dipimpinnya untuk turut memasarkan produk ini di Indonesia.
Teh memang telah lama menjadi jembatan budaya antar bangsa. Di Inggris, tradisi tea time tak hanya perkara minum teh, tapi juga menyangkut etika dan elegansi. Menurut harpersbazaar.co.id, afternoon tea yang dipopulerkan Duchess of Bedford, menyajikan teh earl grey dengan kudapan scone dan finger sandwich.
Sementara itu, di Indonesia, khususnya Betawi, tradisi minum teh dikenal dengan sebutan nyahi atau ngete. Dilansir senibudayabetawi.com, masyarakat Betawi biasa menyeruput teh dengan gula kelapa dan kudapan khas seperti kue cucur, sagu rangi, dan geplak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....