Project Teacups Ajak Perempuan Ekspresikan Diri Lewat Journaling
- 20 Mei 2025 09:31 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Membangun ruang aman bagi perempuan untuk mengekspresikan diri, Project Teacups hadir sebagai komunitas journaling yang digagas oleh Cinantya Kumala atau akrab disapa Mala. Komunitas ini didirikan pada 2024 dan menjadi tempat bertumbuh bersama melalui aktivitas journaling.
Mala adalah seorang desainer produk digital sekaligus UX writer di salah satu perusahaan unicorn di Indonesia. Lewat Project Teacups, ia menyulap hobi lamanya menjadi gerakan yang memiliki dampak positif secara emosional dan sosial.
“Awalnya journaling itu hobi pribadi dari kecil, nulis diary buat ekspresi diri,” ujar Mala dalam wawancara radio 'Sore Ceria' 105 FM Pro2 RRI Jakarta Senin, 19 Mei 2025. Namun kebiasaan tersebut sempat terhenti saat ia didiagnosis mengalami depresi.
Mala mengaku salah satu ciri orang depresi adalah kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulu disukai. “Tapi perlahan semangat itu balik lagi setelah mulai konseling rutin sejak 2019,” ucapnya.
Memasuki usia kepala tiga, ia mulai mempertanyakan tujuan hidup dan pekerjaan yang dijalani. Dari keresahan itu, Project Teacups tercipta sebagai jalan untuk menjadikan hobinya lebih bermanfaat.
Nama Teacups dipilih karena identik dengan suasana hangat dan nyaman. “Sama seperti ngeteh, journaling juga aktivitas yang reflektif dan menenangkan,” ujar Mala.
Project Teacups menghadirkan workshop journaling yang bisa diikuti secara daring maupun luring. Kegiatan offline diadakan sebulan sekali dengan kuota maksimal 20 peserta, sementara sesi online memungkinkan peserta journaling dari rumah masing-masing.
Media untuk journaling bebas, bisa pakai laptop, tablet, atau kertas biasa. Kami juga siapkan worksheet bagi peserta yang tidak punya media,” kata Mala. Worksheet yang disiapkan menyerupai lembar tugas siswa dan dirancang untuk membantu peserta mengekspresikan diri.
Harga pendaftaran workshop bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga Rp250.000 tergantung pada isi goodie bag atau kolaborasi dengan brand. Usia peserta pun beragam, dengan rentang rata-rata 22 hingga 35 tahun.
Mala juga membagikan tips bagi pemula yang ingin mulai journaling, salah satunya dengan menekankan pentingnya konsistensi. “Fokusnya bukan bikin journaling yang bagus, tapi bangun dulu kebiasaan nulis dari hal sederhana,” ujarnya mengutip Atomic Habits.
(Shavira Husna - Universitas Gunadarma berkontribusi dalam menyusun artikel ini)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....