Jazz, Misteri, dan Thriller: Dunia Gelap di Balik Kata

  • 08 Mar 2025 03:16 WIB
  •  Jakarta

KBRN Jakarta. Genre misteri dan thriller semakin berkembang di Indonesia. Lia Kusumawardani dari RRI Jazz Channel berbincang dengan tiga penulis berbakat: Daras Resviandira, Lia Nurida, dan M. Fadli. Mereka adalah bagian dari buku kumpulan cerita pendek thriller Iblis di Pekarangan dan berbagi wawasan tentang dunia fiksi kriminal.

Daras Resviandira, penulis The Worst Roommate, telah menulis tujuh novel dan berbagai antologi cerpen serta puisi. Ia juga seorang co-writer skenario. Daras mengungkapkan bahwa ceritanya terinspirasi dari pengalaman pribadi. "Saya pernah mengalami konflik dengan seseorang yang merasa pendapatnya paling benar. Saya tinggal di apartemen dengan roommate, dan dari situ saya mengembangkan ide cerita thriller ini."

Lia Nurida, yang menulis cerita Nan, dikenal sebagai penulis novel teen mystery seperti Podcase dan Spoiler. "Saya awalnya menulis genre remaja, tapi setelah Podcase, saya merasa seru menulis teen mystery. Saya terinspirasi dari kasus bullying yang sering terjadi di kalangan remaja," ungkapnya.

M. Fadli, penulis Galojo, adalah pendiri komunitas Detectives ID dan pencetus Scarlet Pen Awards. "Musik jazz sering dikaitkan dengan cerita misteri. Banyak film noir dan thriller menggunakan jazz sebagai latar, dari era 1930-an hingga sekarang," ujarnya. Menurutnya, dunia fiksi kriminal sudah dikenalnya sejak kecil karena keluarganya dekat dengan dunia kepolisian. Ia pun membangun cerita berdasarkan pengamatan terhadap kehidupan jalanan.

Ketiganya berbagi kiat dalam membangun karakter yang kuat. Lia melakukan riset dengan dokter agar cerita yang ditulisnya masuk akal. "Editor saya juga banyak membantu dengan pertanyaan kritis dan masukan yang tajam." Sementara itu, Daras menekankan pentingnya empati pada tokoh cerita dan menerima kritik dari pembaca. Sedangkan Fadli menulis dengan membangun suasana: "Saya buat ruangan menulis saya redup, ditemani musik jazz agar suasana lebih terasa."

Bagi yang ingin mulai membaca misteri thriller, Lia menyarankan buku-buku pemenang Scarlet Pen Awards, sementara Daras merekomendasikan novel psychological thriller karya Vasca Vannisa.

Menurut mereka, perkembangan genre misteri thriller di Indonesia semakin baik. "Banyak penerbit mulai tertarik dengan genre ini," kata Lia. Namun, Fadli menambahkan bahwa masih banyak penulis di genre ini yang belum mendapat cukup kesempatan. "Semoga ke depannya lebih banyak penerbit besar yang mendukung genre ini."

Fiksi misteri dan thriller di Indonesia terus tumbuh, membawa cerita-cerita penuh ketegangan dan intrik bagi para pembaca yang menyukai dunia kriminal dan investigasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....