Manfaat Strength dan Conditioning untuk Kebugaran dan Mencegah Cedera

  • 17 Jan 2025 09:30 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta: Latihan Strength and conditioning atau S&C semakin populer sebagai metode efektif untuk menjaga kebugaran dan mencegah cedera saat berolahraga. Salah satu cara sederhana, adalah mulailah dengan pemanasan yang benar untuk mempersiapkan otot dan sendi.

Rangga Wijayanta, pelatih Strength and Conditioning, mengatakan latihan ini bukan hanya untuk atlet, tetapi juga penting bagi masyarakat biasa untuk menjaga kebugaran, kekuatan, dan daya tahan tubuh. "Tubuh yang fit dan stabil juga membantu mencegah cedera,” ujar Rangga dalam siaran Jazz dan Cerita Kita di radio 91,2FM Pro1 RRI Jakarta Kamis, 16 Januari 2025.

Menurutnya, masyarakat dapat memilih gerakan latihan secara mandiri melalui panduan online, tetapi harus berhati-hati. "Banyak situs web menawarkan gerakan latihan. Pilihlah dengan bijak agar tujuan tercapai dan risiko cedera bisa dihindari,” kata Rangga.

Selain melatih atlet profesional, Rangga kini membuka kelas S&C terbuka di Gelora Bung Karno atau GBK Senayan Jakarta setiap Rabu dan Jumat.

Lia Kusumawardani (kiri), host RRI Jazz Channel, mewawancarai Rangga Wijayanta di acara Jazz dan Cerita Kita tentang manfaat Strength dan Conditioning, Kamis (16/1/2025). (Foto: RRI/Yanti Rahmi Nur)

Pendampingan Pelatih dan Pemanasan Penting

Bagi pemula, Rangga menyarankan pendampingan pelatih untuk memastikan teknik latihan yang benar. Teknik yang salah tidak hanya mengurangi efektivitas latihan tetapi juga meningkatkan risiko cedera. "Latihan tidak perlu muluk-muluk di awal. Mulailah dengan pemanasan yang benar untuk mempersiapkan otot dan sendi,” ujarnya.

Pemanasan menjadi langkah awal yang vital dalam Strength dan Conditioning, bertujuan meningkatkan suhu tubuh dan fleksibilitas otot sebelum aktivitas fisik lebih intens. Dengan prinsip ini, S&C menjadi alat penting untuk menjaga kebugaran dan performa dalam olahraga.

Laman hevycoach.com menjelaskan bahwa Strength and Conditioning bertujuan meningkatkan kekuatan, daya tahan, dan performa fisik secara menyeluruh. Program ini mencakup latihan beban, kardio, hingga plyometrics, yang dirancang sesuai kebutuhan individu untuk meningkatkan kapasitas fisik dan mengurangi risiko cedera.

Dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan ini mulai diadopsi masyarakat umum. Selain meningkatkan kebugaran, S&C juga membantu mencegah sarkopenia atau penurunan massa otot akibat penuaan.

Rangga berharap semakin banyak masyarakat memahami manfaat latihan ini dan menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat. “Kelas terbuka di GBK adalah langkah kecil untuk memperkenalkan manfaat S&C. Saya ingin semua orang, bukan hanya atlet, merasakan manfaatnya,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....