Pasar Malam CNI Menjadi Ladang Potensial Bagi UMKM Lokal
- 03 Sep 2024 17:32 WIB
- Jakarta
KBRN, Jakarta: Pasar Malam CNI di Puri, Jakarta Barat menjadi salah satu destinasi bagi para pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan mengembangkan usaha mereka. Beragam jenis usaha kecil, mulai dari angkringan hingga kedai kopi, memanfaatkan kesempatan ini untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.
Rifai, pemilik angkringan di Pasar Malam CNI, menjelaskan bahwa usaha yang dijalankannya mirip dengan warung kecil lainnya. Angkringan ini menjual beragam makanan seperti bakar-bakaran, gorengan, dan minuman yang disukai pengunjung.
"Usaha saya ini udah jalan sejak tahun 2013, tapi sempat berhenti selama dua tahun karena pandemi COVID-19," kata Rifai kepada RRI di lokasi, Senin (2/9/2024) malam. Setelah pandemi mereda, Rifai kembali memulai usahanya dan kini sudah berjalan kembali selama dua tahun.
Rifai menambahkan bahwa angkringannya menawarkan menu yang lebih lengkap dengan macam macam minuman, dibandingkan angkringan lain yang biasanya hanya menjual makanan. Meskipun ada beragam tantangan yang dihadapinya, seperti cuaca, persaingan, dan jumlah pengunjung yang tidak menentu, ia tetap optimis menjalankan usahanya.
"Menu favorit di sini ada ayam bakar pedas manis, itu yang sering dibeli sama para orang-orang," ujar Rifai. Angkringannya buka setiap hari dan biasanya lebih ramai pada akhir pekan, meskipun penghasilan masih fluktuatif.
Rifai juga mengungkapkan bahwa biaya sewa lapak di Pasar Malam CNI cukup terjangkau, hanya sekitar Rp800.000/bulan. Harga tersebut sudah mencangkup biaya tenda dan lapak, serta biaya tambahan lainnya seperti listrik, kebersihan, dan keamanan.
Sinyo, pemilik kedai kopi di Pasar Malam CNI, juga memanfaatkan pasar malam ini untuk menjalankan usahanya. Kedai kopi ini awalnya dibuka hanya sebagai kegiatan iseng, tetapi kemudian berkembang menjadi usaha yang serius.
"Usaha kopi ini baru jalan sekitar satu tahun, dan konsepnya terinspirasi dari kedai kopi lain yang basisnya atau kedainya itu pake kontainer," ungkap Sinyo. Namun karena keterbatasan tempat, kedai ini menggunakan gerobak semi-kontainer sebagai solusi.
Sinyo menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapinya adalah cuaca, terutama saat hujan yang bisa membuat kedai sepi pengunjung. Namun, kedai kopi ini tetap menarik minat konsumen dengan menawarkan harga yang lebih murah dibandingkan kedai kopi lain, dengan menu favorit seperti kopi susu gula aren dan taichan.
"Harapan saya itu ya bisa buka cabang kedai kopi di tempat lain, buka sebanyak-banyaknya," ujar Sinyo. Ia berharap dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak cabang di masa mendatang, dengan memanfaatkan peluang yang ada saat ini di Pasar Malam CNI.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....