Yuk, Kita Bermain Suling Sunda

  • 06 Agt 2024 23:10 WIB
  •  Jakarta

KBRN, Jakarta : Ketika kita menikmati obyek keindahan alam, akan lebih terasa apabila didukung dengan musik ilustrasi. Suatu contoh alam pedesaan yang identik dengan hamparan sawah lengkap dengan padi yang sedang menghijau, yang ada di glosari musik kita adalah Suling Sunda dan Kecapi. Kenapa suara seruling begitu indah sangat sesuai dengan pemandangan alam pedesaan? Dari lantai VI Gedung depan LPP RRI Jakarta, Apdaun, Apresiasi Budaya Sunda mengajak para paniten penggemar Apdaun untuk mengenal tehnik memainkan alat musik suling sunda, dengan narasumber Jajang Ruswalih, Ketua Komunitas Seniman Tiup Kabupaten Tasikmalaya. Setiap kita berselancar dalam geogle dengan mengetik kalimat “Seruling” yang muncul paling banyak adalah “kecapi suling” lengkap dengan video dalam bentuk medsos youtube, sebuah pemandangan alam pedesaan yang menghijau.

Suara suling yang mendayu-dayu membawa suasana bawah sadar kita menjadi tenang, damai, tentram, merdeka, atau kira-kira suasana segar yang berbalut dengan dinginnya kabut sebuah pedesaaan di lereng gunung. Tidak heran jika setiap Restoran Sunda, selain bentuk restonya yang berupa gubug bambu, nuansa pedesaan lengkap dengan kolam yang airnya mengalir satu sama lain, bisa dipastikan ada suara Kecapi Suling.

Tidak terbayang cara memainkan Suling Sunda yang tentunya tidak semudah kita mendengarkanya. Suling Sunda cara memainkanya sama dengan seruling di daerah lain di Indonesia maupun di belahan dunia manapun, yaitu dengan cara di tiup. Bukan di kenyot, kelakar Jajang Ruswalih mengawali pemaparannya mengenai tehnik memainkan suling sunda.

Cara memainkan Suling Sunda adalah sambil duduk tegak, tentunya bersila. Kenapa harus tegak posisi sigap, karena seruling memerlukan tiupan penuh angin dari nafas kita. Suling Sunda posisi berdiri, bukan menyamping seperti seruling yang biasa kita lihat di musik dangdut. Tangan kiri atau kanan masing-masing tiga jari, tidak menjadi soal mana yang ada di atas dan di bawah, dengan jempol menyangga bagaian bawah seruling. Suara yang dikeluarkan dari pangkal seruling menghasilkan suara yang mirip dengan siulan dan melengking. Suara tersebut berasal dari udara yang ditiupkan melalui ujung dari instrumen suling.

Cara meniup Suling Sunda, selain tehnik membuka lubang suling satu persatu, posisi bibir juga berpengaruh. Suara suara rendah, bibir di kolomoh di tiup penuh, suara sedang dengan posisi bibir di tengahkan, dan suara tinggi dengan tehnik bibir hanya meniup sedikit, kira-kira seperempat lubang. Untuk pemula, Jajang Riswalih merekomendasikan Cacag, yaitu tehnik dengan meniup satu suara dulu. Setelah itu Ngrentes, meniup dengan cara di getarkan, dua nada yang sangat berdekatan. Setelah itu baru Leyotan, meniup dengan cara mengayun dalam satu nada.

Tentu saja masih banyak tehnik untuk bisa meniup suling seperti di dalam unggahan Youtube. Ini hanya sebagai awal dari pengenalan tehnik meniup Suling Sunda. “Sesarengan wokolaken seni, danu pentingna proses, entong teiser sieun lah, orang nangtoskeun salah, henteu masalah, sanes pelanggaran pidana. Hayu tiup dicobian henteu naon-naon,” motivasi dari Jajang Riswalih mengakhiri perbincanganya. Semua supaya tergerak untuk mencoba meniup Suling Sunda, salah benar tidak menjadi soal. Bukan merupakan pelanggaran hukum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....