Sejarah Jazz dan Tarian, dari Charleston hingga Tap Dance Modern
- 04 Okt 2026 07:05 WIB
- Jakarta
RRI,CO.ID, Jakarta - Jazz tidak hanya dikenal melalui improvisasi musik dan permainan instrumen, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan tarian. Sejak awal perkembangannya, jazz menjadi bagian dari ekspresi tubuh yang melahirkan berbagai gaya tarian, mulai dari Charleston hingga Lindy Hop.
Hubungan jazz dan tarian menjadi tema program Jazzy Vibes yang disiarkan RRI Jazz Channel dan direlai RRI Pro 1 Jakarta, Sabtu 3 Oktober 2026. Dalam episode bertajuk When Jazz Makes You Move, penyiar Lia Kusumawardani mengajak pendengar menelusuri sejarah bagaimana musik jazz menggerakkan tubuh dan membentuk budaya populer.
Salah satu tarian yang menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut adalah Charleston. Populer pada dekade 1920-an setelah muncul dalam pertunjukan Broadway Runnin’ Wild pada 1923, tarian ini dikenal dengan gerakan kaki yang lincah dan ritme yang dinamis. Charleston menjadi simbol kebebasan berekspresi generasi muda pada masa Roaring Twenties.
Perkembangan jazz dan tarian semakin erat melalui Savoy Ballroom di Harlem, New York. Tempat ini menjadi pusat perkembangan swing dan Lindy Hop, sekaligus arena bagi para musisi big band untuk menunjukkan kemampuan melalui battle of the bands. Respons para penari menjadi salah satu ukuran keberhasilan sebuah pertunjukan.
Dua tokoh penting dalam sejarah Lindy Hop adalah Norma Miller dan Frankie Manning. Miller dikenal sebagai Queen of Swing, sementara Manning mengembangkan gerakan akrobatik air step yang membuat penari seolah melayang di udara. Keduanya turut memperkenalkan dan mewariskan Lindy Hop kepada generasi berikutnya.
Selain Lindy Hop, tap dance menunjukkan bentuk interaksi yang berbeda antara musik dan gerakan. Melalui bunyi sepatu yang dilengkapi kepingan logam, penari menghasilkan pola ritme dan aksen layaknya instrumen perkusi. Nicholas Brothers menjadi salah satu duet legendaris yang memadukan tap, akrobatik, dan musikalitas dalam penampilan mereka, termasuk dalam film Stormy Weather pada 1943.
Memasuki dekade 1940-an, kemunculan bebop mengubah hubungan jazz dengan lantai dansa. Musik yang dikembangkan Charlie Parker, Dizzy Gillespie, dan Thelonious Monk menghadirkan tempo cepat serta harmoni kompleks. Jazz pun semakin berkembang sebagai musik yang mengutamakan improvisasi dan pengalaman mendengarkan, bukan semata-mata pengiring tarian.
Meski demikian, hubungan jazz dan tarian tidak pernah benar-benar terputus. Kebangkitan swing pada dekade 1980-an dan pendekatan tap modern yang dikembangkan Savion Glover memperlihatkan bahwa musik jazz tetap dapat diterjemahkan melalui gerakan tubuh. Sejarah ini menunjukkan bahwa jazz bukan hanya musik untuk didengar, tetapi juga pengalaman musikal yang dapat dirasakan melalui ritme, improvisasi, dan gerakan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....