Dari Kepedulian Tantri, Sanggar PERKASA Jadi Panggung Keberanian Anak

  • 17 Sep 2026 00:25 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Bagi Tantri, keberhasilan PERKASA pada akhirnya bukan semata-mata diukur dari banyaknya piala yang dibawa pulang.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ada sebuah keyakinan yang menjadi awal perjalanan Tantri Pertiwi Siregar, S.S. ketika mendirikan Sanggar PERKASA di Bekasi pada 2023. Ia melihat anak-anak memiliki begitu banyak potensi, tetapi tidak semuanya memperoleh ruang untuk mengekspresikan diri. Dari kegelisahan sederhana itu, Tantri kemudian menghadirkan PERKASA sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengenal seni teater, belajar, berekspresi, sekaligus menemukan keberanian dalam dirinya. Nama PERKASA dipilih dengan makna Berani, Tangguh, dan Berkarakter, sekaligus menjadi harapan bagi setiap anak yang bergabung di dalamnya.

Tantri, pendiri teaterPERKASA menyampaikan sanggarnya lebih detail, melalui acara Obrolan Komunitas, Senin, 14 September 2026, melalui sambungan telp.

"Teater kami bukan sekadar aktivitas seni atau kemampuan menghafal dialog dan bermain peran. namun juga panggung justru menjadi media untuk menemani proses tumbuh anak. Melalui latihan, anak belajar berbicara di depan orang lain, mengolah ekspresi, memahami karakter, bekerja sama, disiplin, dan bertanggung jawab. Anak yang semula pemalu atau kurang percaya diri pun kami berikan kesempatan untuk berkembang tanpa harus merasa dibandingkan dengan anak lainnya", ujar Tantri. Karena itu, sejak awal PERKASA tidak dibangun semata-mata untuk mengejar prestasi, melainkan sebagai bagian dari proses pendidikan karakter dan tumbuh kembang anak.

(Foto: Tantri)

Kini sekitar 30 anak bergabung di Sanggar PERKASA. Mereka tidak harus sudah pandai berakting atau memiliki pengalaman teater. Kemauan untuk belajar, mengikuti proses latihan, dan mampu bekerja sama menjadi hal yang lebih utama. Dalam menyiapkan sebuah pementasan, Tantri bersama para pelatih mengembangkan ide menjadi cerita, karakter, naskah, musik, artistik, properti, kostum, hingga konsep panggung. Anak-anak juga dilibatkan dalam proses tersebut agar mereka merasakan bahwa sebuah pertunjukan bukan hanya hasil kerja pelatih atau pengelola, tetapi buah dari perjuangan mereka bersama.

(Foto: Tantri)

Perjalanan mengelola sanggar anak tentu tidak selalu mudah. Tantri harus menghadapi beragam karakter dan kemampuan anak, membangun komunikasi dengan orang tua, serta memastikan proses latihan tetap menyenangkan sekaligus disiplin. Namun, rasa lelah itu kerap terbayar ketika melihat perubahan anak-anak. Ada yang sebelumnya takut berbicara, kemudian perlahan berani tampil di depan banyak orang. Ada pula yang mulai mampu bekerja dalam kelompok dan bertanggung jawab terhadap perannya. Di samping proses tersebut, anak-anak PERKASA juga telah meraih berbagai prestasi, mulai dari lomba baca puisi hingga penghargaan dalam Festival Teater Anak 2024 dan 2026.

(Foto: Tantri)

Bagi Tantri, keberhasilan PERKASA pada akhirnya bukan semata-mata diukur dari banyaknya piala yang dibawa pulang. Kebahagiaan terbesar justru ketika melihat anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, berani menyampaikan pendapat, mampu menghargai orang lain, dan tidak takut mencoba hal baru. Ke depan, ia berharap PERKASA terus menjadi ruang yang nyaman bagi anak-anak untuk menemukan potensi dan menghasilkan karya yang dekat dengan kehidupan mereka. Sebab bagi Tantri, setiap anak memiliki cerita dan keunikan masing-masing, dan setiap anak berhak memiliki panggung untuk menunjukkan siapa dirinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....