Jinan Lakeisha Angkat Kisah Mataram dalam Merana di Atas Cahaya

  • 16 Sep 2026 21:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Jinan Lakeisha bersiap memperkenalkan karya terbarunya melalui single "Merana di Atas Cahaya". Lagu tersebut dirilis bersama label demajors pada 28 Agustus 2026 dan mengambil inspirasi dari kisah cinta Gusti Pembayun dan Ki Ageng Mangir dalam sejarah Kerajaan Mataram. Karya ini menjadi bagian dari perjalanan Jinan sebagai penyanyi sekaligus penulis lagu.

Dalam "Merana di Atas Cahaya", Jinan menyoroti konflik batin seorang perempuan yang dihadapkan pada pilihan antara cinta, kesetiaan, dan takdir. Cerita dalam lagu tersebut dikembangkan dari sudut pandang Gusti Pembayun. Single ini juga menjadi langkah awal menuju EP perdana Jinan yang dijadwalkan menyusul dalam waktu dekat.

Ketertarikan Jinan terhadap kisah Gusti Pembayun dan Ki Ageng Mangir muncul karena ia melihat persoalan yang dialami Pembayun memiliki sisi emosional yang kuat. Salah satunya adalah dilema ketika seseorang mencintai orang lain, tetapi harus menyimpan kebohongan yang berpotensi menyakiti orang tersebut. Persoalan itu kemudian menjadi dasar bagi Jinan dalam mengembangkan cerita ke dalam sebuah lagu.

"Saya menulis lagu ini karena saya benar-benar tertarik dengan kisah Ki Ageng Mangir dan Gusti Pembayun. Yang paling membuat saya tersentuh adalah sudut pandang Pembayun. Apakah bisa dibayangkan, bagaimana rasanya jatuh cinta dengan seseorang, tapi setiap hari harus terus menyimpan kebohongan yang akhirnya bakal menghancurkan orang yang kita sayang?" ujar Jinan.

Jinan berharap karyanya dapat membuat lebih banyak orang mengenal kisah cinta yang bersumber dari sejarah Indonesia. Ia memilih musik sebagai medium untuk memperkenalkan kembali cerita tersebut kepada pendengar. Baginya, kisah Gusti Pembayun dan Ki Ageng Mangir memiliki sisi tragis sekaligus menyentuh yang dapat diterjemahkan ke dalam karya musik.

Dalam penggarapannya, Jinan mengerjakan sendiri seluruh komposisi dan lirik "Merana di Atas Cahaya". Proses produksi, mixing, dan mastering ditangani oleh Danny Ardiono. Sementara itu, Dimawan Krisnowo Adjie yang berasal dari Yogyakarta turut memberikan kontribusi melalui permainan cello.

Secara musikal, lagu tersebut menggabungkan permainan piano dengan sentuhan cello yang membangun nuansa sinematik. Pengalaman Jinan dalam mempelajari piano klasik turut memengaruhi proses penyusunan musiknya. Unsur tersebut kemudian dipadukan dengan gaya penulisan lirik yang puitis.

Jinan merupakan penyanyi dan penulis lagu kelahiran Makassar yang memiliki ayah berdarah Bugis dan ibu berdarah Jawa. Ia sudah mengenal musik sejak usia dini dan mulai membuat komposisi serta menulis lirik ketika berusia enam tahun. Latar belakang tersebut menjadi bagian dari perkembangan musikal Jinan dalam memadukan pengaruh musik klasik dengan pop kontemporer.

Single "Merana di Atas Cahaya" dapat didengarkan melalui sejumlah platform streaming digital mulai 28 Agustus 2026. Lagu tersebut tersedia di Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik. Karya ini menjadi rilisan terbaru Jinan sebelum melanjutkan perjalanan menuju EP perdananya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....