Terlalu Lama Menyedot Bisa Pengaruhi Otot Mulut Anak
- 16 Sep 2026 15:38 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Orang tua perlu memperhatikan kebiasaan anak menggunakan dot karena aktivitas tersebut berkaitan dengan kerja otot di sekitar mulut. Stimulasi yang tepat diperlukan agar otot mulut dan organ artikulasi anak berkembang dengan baik sebagai bagian dari kemampuan berbicara.
Penulis, dosen, sekaligus pelatih literasi guru dan coach talenta Komunitas Rumah Bening, Dr. Sumarti, M.Pd., mengatakan kemampuan berbicara anak tidak hanya dipengaruhi oleh perkembangan bahasa, tetapi juga kemampuan menggerakkan organ artikulasi. Organ tersebut antara lain lidah, bibir, dan area sekitar pipi.
Menurut Sumarti, salah satu tanda yang perlu diperhatikan orang tua adalah ketika anak masih sering mengeluarkan air liur atau terlihat kurang kuat saat minum. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi tanda bahwa otot di sekitar mulut belum cukup kuat.
“Ketika dia minum, minumnya itu tidak cukup kuat. Itu tanda-tandanya bahwa otot-otot sekitar area mulut tidak cukup kuat. Kalau otot area mulut tidak cukup kuat, bagaimana dia bisa bilang ‘em’, ‘pe’, kan susah,” ujar Sumarti saat dialog bersama RRI, Senin, 14 September 2026..
Ia menjelaskan, aktivitas menyedot melalui dot berbeda dengan proses menyedot saat anak minum menggunakan cara lain. Karena itu, orang tua perlu memberikan stimulasi yang membantu melatih kelenturan otot di sekitar wajah dan mulut. Di tempat stimulasi yang dikelolanya, salah satu bentuk stimulasi yang dilakukan adalah pemijatan pada area tersebut.
Selain memperhatikan penggunaan dot, Sumarti juga mendorong orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mengunyah makanan. Ketika gigi anak mulai tumbuh, makanan dapat diberikan dalam bentuk potongan kecil sesuai kemampuan anak, tidak selalu dalam bentuk bubur. Aktivitas mengunyah dinilai menjadi bagian dari stimulasi organ artikulasi, termasuk lidah, bibir, dan pipi.
Sumarti menekankan, stimulasi kemampuan bicara perlu dilakukan secara konsisten dan tidak hanya mengandalkan terapi. Orang tua juga memiliki peran penting melalui pola makan, aktivitas mengunyah, serta komunikasi dua arah dengan anak. Ia mengingatkan orang tua agar menyediakan waktu untuk meninggalkan gawai dan mengajak anak lebih banyak berbicara.
Ia juga meminta orang tua tidak langsung panik ketika menemukan perkembangan bicara anak berbeda dengan anak seusianya. Namun, orang tua tetap perlu memiliki kepedulian terhadap tahapan perkembangan anak dan segera memberikan stimulasi apabila ditemukan tanda yang perlu diperhatikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....