Amalgama Hadirkan Fenomenon, Tandai Kembalinya ke Dunia Musik

  • 15 Sep 2026 14:14 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Amalgama kembali ke dunia musik dengan merilis single terbaru berjudul Fenomenon. Unit rock asal Indonesia tersebut menggandeng label rekaman demajors untuk perilisan lagu, setelah terakhir mengeluarkan karya pada 2021.

Rilisan terbaru ini menjadi salah satu materi yang mengarah pada album penuh perdana Amalgama, DEKADUS. Grup yang mulai aktif pada 2016 itu membawa pembahasan mengenai berbagai persoalan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Surip menulis Fenomenon pada 2018 dengan berangkat dari kegelisahan terhadap persoalan yang terus berulang. Kondisi tersebut digambarkan dapat membuat sesuatu yang semula dianggap mengganggu perlahan diterima sebagai bagian dari rutinitas.

Lagu dibuka dengan dialog, "Bagaimana kota?" yang mendapat jawaban, "Kujawab gila". Percakapan tersebut menjadi pengantar bagi Amalgama untuk membawa pendengar pada gambaran mengenai kehidupan di perkotaan.

Berbagai hal seperti kemacetan, persoalan sosial, pemberitaan media, hingga penderitaan yang muncul silih berganti menjadi bagian dari konteks lagu. Pengulangan peristiwa tersebut digambarkan dapat membuat masyarakat terbiasa terhadap situasi yang sebelumnya dianggap tidak wajar.

Istilah Fenomenon sendiri berasal dari permainan kata "fenomena" dan "non-fenomena". Judul tersebut menggambarkan keadaan ketika sebuah peristiwa yang seharusnya menarik perhatian justru kehilangan makna karena terjadi berulang kali.

Secara musikal, Amalgama tetap membawa pendekatan rock dalam Fenomenon. Mereka juga menyertakan elemen musik tradisional untuk melengkapi karakter suara yang dihadirkan dalam single tersebut.

Taganing dari Sumatera Utara menjadi salah satu instrumen tradisional yang digunakan dalam lagu. Instrumen tersebut dimainkan bersama drum untuk menghasilkan pola ritmis yang menjadi bagian dari aransemen Fenomenon.

Saat ini, Amalgama beranggotakan Surip sebagai vokalis sekaligus pemain gitar akustik, Khozin pada drum, Nino Bukir pada perkusi dan alat tiup tradisi, Arigetoy pada bass elektrik, serta Johnyfrequency pada gitar elektrik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....