Arda Hatna Bicara Kebaikan lewat Matematika Tuhan Berbeda
- 14 Sep 2026 11:56 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Arda Hatna Bicara Kebaikan lewat Matematika Tuhan Berbeda
RRI.CO.ID, Jakarta - Ada yang sudah bekerja keras mati-matian, tetapi rezeki terasa menjauh. Ada yang berusaha menjadi pribadi yang baik, tetapi tetap disakiti. Ada pula yang sudah bertahan segigih mungkin, tetapi justru menghadapi ujian yang semakin berliku. Hingga akhirnya muncul sebuah pertanyaan yang tertahan di ujung bibir, tetapi berteriak keras di dalam hati, “Tuhan, kenapa?”
Melalui lagu terbaru berjudul “Matematika Tuhan Berbeda”, Arda Hatna mengajak pendengar melihat kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Lagu ini bercerita tentang keterbatasan manusia dalam memahami sebuah perjalanan, sementara ada perhitungan yang jauh lebih besar daripada apa yang mampu dilihat oleh mata.
Bagi manusia, kehilangan sering dianggap sebagai pengurangan. Penundaan terasa seperti kegagalan. Jalan yang berliku dianggap sebagai tanda bahwa hidup tidak berjalan sesuai rencana. Namun, bagaimana jika dalam perhitungan-Nya, kehilangan justru sedang membuka ruang untuk sesuatu yang lebih baik? Penundaan mungkin sedang menjaga kita dari waktu yang belum tepat, sementara kegagalan bisa saja menjadi jalan lain menuju sesuatu yang lebih bermakna.
“Saya membuat lagu ini bukan karena saya sudah menemukan semua jawaban tentang hidup. Justru karena saya masih belajar menerima bahwa tidak semua hal bisa saya pahami. Kadang kita merasa sudah berusaha maksimal, tapi hasilnya belum sesuai harapan. Dari situ saya belajar bahwa mungkin bukan Tuhan yang salah menghitung, tetapi kita yang memakai rumus yang berbeda,” ujar Arda Hatna dalam rilis yang diterima RRI, Senin 14 September 2026..
“Matematika Tuhan Berbeda” tidak hadir untuk memberikan semua jawaban. Lagu ini hadir sebagai teman bagi siapa pun yang sedang lelah berjuang, merasa tertinggal, kecewa dengan keadaan, atau mulai kehilangan harapan.
Dengan lirik yang reflektif dan aransemen hangat dalam balutan pop folk, Arda Hatna kembali membawa warna khasnya. Ia menghadirkan karya yang tidak hanya ingin didengar, tetapi juga memiliki pesan dan menjadi ruang untuk menemani perjalanan hidup seseorang.
Filosofi serupa juga hadir dalam identitas visual Arda Hatna. Pada logo namanya, Arda menempatkan elemen daun pada huruf “A” di awal dan akhir namanya sebagai simbol bahwa perjalanan Arda dan karya-karyanya merupakan proses untuk terus bertumbuh.
Sementara itu, artwork “Matematika Tuhan Berbeda” bermain dengan perspektif. Foto Arda yang sebenarnya diambil dalam posisi berbaring di jalan yang berbatasan dengan laut kemudian diputar, menciptakan ilusi seolah-olah dirinya sedang berada di ketinggian. Permainan rotasi perspektif tersebut menjadi representasi sederhana dari pesan utama lagu: apa yang terlihat oleh manusia belum tentu menggambarkan keseluruhan kenyataan. Terkadang, kita hanya perlu mengubah sudut pandang untuk melihat sesuatu dengan cara yang berbeda.
Sebelumnya, Arda telah menghadirkan lagu-lagu yang dekat dengan pengalaman manusia, seperti “Orang Tak Enakan”, “Belajar Jadi Bapak”, “Iya Iya Tidak Tidak”, dan “Tumbuh Bersama”.
Sebagai musisi independen, Arda melalui karya-karyanya terus mengeksplorasi cerita tentang manusia yang sedang belajar memahami diri, keluarga, hubungan, serta perjalanan hidup.
“Matematika Tuhan Berbeda” menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak pernah benar-benar sia-sia. Hasil mungkin tidak selalu datang sesuai dengan waktu yang kita inginkan, tetapi setiap langkah baik yang dilakukan selalu memiliki nilai dalam perhitungan yang lebih besar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....