Lingsir Wengi: Motel Malioboro Soroti Dampak Mengejar Popularitas lewat Konten
- 14 Sep 2026 11:54 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Lingsir Wengi: Motel Malioboro Soroti Dampak Mengejar Popularitas lewat Konten
RRI.CO.ID, Jakarta - Film horor Lingsir Wengi: Motel Malioboro menjadikan fenomena mengejar popularitas melalui konten digital sebagai salah satu persoalan dalam ceritanya. Produksi Lab Pictures ini mengikuti perjalanan lima sekawan yang menghadapi situasi berbahaya setelah memasuki sebuah hotel tua di kawasan Malioboro.
Sutradara Adhe Dharmastriya mengatakan cerita film tersebut terinspirasi dari kebiasaan anak muda yang terkadang mengesampingkan aturan atau pantangan ketika berada di suatu tempat. Fenomena itu kemudian dikembangkan menjadi konflik yang dialami para tokoh utama.
Kelima karakter dalam cerita mendatangi hotel yang dianggap terlarang untuk membuat konten bagi kanal horor mereka. Keputusan tersebut membawa mereka pada serangkaian kejadian yang menjadi inti perjalanan dalam film.
Menurut Adhe, cerita tidak hanya menempatkan teror sebagai sumber ketegangan. Tindakan para karakter dalam mengabaikan larangan juga menjadi bagian penting karena mereka harus menghadapi dampak dari keputusan yang telah dibuat.
“Sebenarnya idenya ini sederhana, bahwa pada masa sekarang banyak banget anak muda, mungkin semuanya, yang tidak mempedulikan pantangan, tidak mempedulikan aturan, larangan di sebuah tempat. Mereka hanya ingin sesuatu yang mengunggah buat mereka tanpa mengakibatkan, memikirkan apa yang terjadi setelahnya, dan ini ibaratnya mereka yang mau demi viral, demi dolar hijau,” ujar Adhe saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Adhe menjelaskan konsekuensi yang dialami para tokoh menjadi bagian dari konflik cerita. Melalui alur tersebut, film memperlihatkan bagaimana pilihan yang diambil tanpa mempertimbangkan risiko dapat memengaruhi perjalanan para karakter.
Di samping unsur horor, hubungan antara kelima tokoh juga menjadi bagian dari cerita. Ochi Rosdiana menyebut perbedaan kepribadian setiap karakter membuat dinamika kelompok tersebut memiliki kedekatan dengan kehidupan anak muda.
“Enggak cuma nonton film horor, tapi juga mungkin mengingatkan mereka mengenai persahabatan, terus juga petualangan. Sampai mungkin kalau yang gen Z, mereka relate. ‘Wah, ini dia karakternya gue banget nih’, karena memang karakter kami masing-masing berbeda,” tutur Ochi.
Jeff Smith mengatakan kedekatan para pemain turut terbentuk selama menjalani proses produksi. Hubungan tersebut menurutnya membantu para pemeran membangun interaksi yang sesuai dengan karakter lima sekawan dalam film.
“Apalagi sama Alif, udah kayak adik sendiri, sama cast yang lain, Chelcy, Chika, dan Ochi, alhamdulillah kami ngalir aja, terus juga sama-sama asyik, terutama chemistry yang membangun persahabatan untuk kami berlima,” ujar Jeff.
Dari sisi cerita, Lingsir Wengi: Motel Malioboro menggabungkan petualangan, misteri, dan ketegangan psikologis. Situasi yang dihadapi lima sekawan berkembang seiring keputusan mereka ketika menelusuri tempat yang menjadi latar utama film.
Konflik tersebut juga mempertemukan persoalan konten digital dengan hubungan antartokoh. Dengan latar tersebut, film menempatkan pilihan para karakter sebagai salah satu unsur yang menggerakkan cerita hingga mereka harus menghadapi konsekuensinya.
Lingsir Wengi: Motel Malioboro dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026. Film ini dibintangi antara lain Ochi Rosdiana dan Jeff Smith serta menghadirkan kisah lima sekawan yang berhadapan dengan berbagai kejadian setelah memasuki hotel tua di kawasan Malioboro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....