Abdul & The Coffee Theory Sambut 20 Tahun Berkarya lewat EP “One Day In Tokyo”
- 11 Sep 2026 00:04 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Dua dekade perjalanan bermusik Abdul & The Coffee Theory memasuki babak baru. Menjelang perayaan 20 tahun berkarya pada 2027 mendatang, Abdul bersama label Afe Records mempersembahkan rangkaian karya terbaru dalam format extended play (EP) bertajuk “One Day In Tokyo”. Lebih dari sekadar proyek untuk menandai perjalanan panjang sebuah nama di industri musik Indonesia, “One Day In Tokyo” menjadi cara Abdul & The Coffee Theory melihat kembali berbagai kisah tentang cinta dan kehidupan.
Di saat yang sama, rangkaian karya ini juga membawa sebuah pesan sederhana yang terasa semakin penting bagi banyak orang saat ini, yakni tentang kebahagiaan. Rangkaian tersebut dibuka dengan single “One Day In Tokyo” yang dirilis pada 28 Agustus 2026. Lagu ini menjadi kelanjutan dari kisah romantis yang sebelumnya diperkenalkan melalui lagu “Mima”.
Jika “Mima” menjadi bagian dari cerita cinta yang pernah dimulai, “One Day In Tokyo” membawa kisah tersebut menuju perjalanan berikutnya. Ada harapan, perjalanan, serta kemungkinan untuk kembali menemukan kebahagiaan bersama seseorang yang memiliki arti penting.
Ada hal berbeda yang ditawarkan Abdul & The Coffee Theory dalam proyek terbarunya. Untuk pertama kalinya, mereka menerapkan konsep “estafet rilis”, yakni setiap lagu dalam EP akan dirilis secara bertahap dengan jarak sekitar dua minggu. Strategi tersebut memberikan kesempatan bagi setiap lagu untuk memiliki ruang dan cerita masing-masing. Pada saat yang sama, perilisan secara bertahap juga membangun perjalanan menuju EP secara keseluruhan.
Setelah “One Day In Tokyo”, rangkaian karya ini akan dilanjutkan dengan sejumlah single lainnya. Pada September 2026, Abdul & The Coffee Theory akan merilis “Jangan Jahat” dan “Lollipop Love”. Sementara pada Oktober 2026, giliran “Putar Balik” dan “Hanyaku” yang akan melengkapi rangkaian tersebut.
Kelima lagu itu nantinya menjadi satu kesatuan dalam EP “One Day In Tokyo”, sekaligus merepresentasikan perjalanan musikal dan emosional Abdul & The Coffee Theory dalam menyambut dua dekade eksistensinya.
Dua puluh tahun berkarya tentu menjadi pencapaian penting bagi Abdul & The Coffee Theory. Namun, momentum tersebut tidak ingin dirayakan hanya dengan melihat kembali perjalanan masa lalu. Melalui “One Day In Tokyo”, Abdul justru ingin melihat bagaimana musik, cinta, dan kebahagiaan dapat terus menemukan bentuk baru di tengah perubahan zaman. “20 tahun berkarya bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga tentang bagaimana kami bisa terus memberikan sesuatu yang baru kepada pendengar,” menjadi semangat yang melandasi rangkaian karya terbaru tersebut.
Abdul & The Coffee Theory melihat bahwa kehidupan publik musik hari ini tidak terlepas dari berbagai kecemasan. Tekanan kehidupan sehari-hari, ketidakpastian masa depan, hingga derasnya arus informasi kerap membuat seseorang lupa untuk menikmati hal-hal sederhana di sekitarnya. Karena itu, “One Day In Tokyo” hadir membawa tawaran yang sederhana sekaligus relevan.
Bagi Abdul & The Coffee Theory, musik tidak selalu harus hadir sebagai jawaban atas persoalan-persoalan besar. Terkadang, musik justru memiliki peran sederhana sebagai teman dalam berbagai situasi kehidupan. Musik bisa menemani seseorang ketika sedang jatuh cinta, mengingat seseorang, membayangkan sebuah perjalanan, atau sekadar ingin merasakan kembali kebahagiaan dan tersenyum tanpa alasan yang rumit.
Semangat tersebut menjadi salah satu fondasi Abdul & The Coffee Theory dalam menghadirkan “One Day In Tokyo”. Di tengah perjalanan menuju 20 tahun berkarya, mereka tidak hanya ingin merayakan apa yang telah dilewati, tetapi juga membuka ruang bagi cerita-cerita baru. Dengan format perilisan yang bertahap dan materi yang membawa tema cinta, perjalanan, kehidupan, serta kebahagiaan, “One Day In Tokyo” menjadi penanda bahwa dua dekade bukanlah akhir dari sebuah perjalanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....