Bukan Cuma Saksofon, Jazz Punya Banyak Warna Instrumen
- 30 Agt 2026 22:27 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Jazz ternyata tidak hanya identik dengan saksofon, trompet, piano, kontrabas, dan drum. Beragam instrumen yang selama ini lebih dikenal dari genre musik lain juga memiliki tempat dalam jazz. Hal tersebut menjadi tema yang diangkat program Jazzy Vibes RRI Jazz Channel pada Sabtu, 29 Agustus 2026, pukul 21.00–24.00 WIB.
Melalui tema “Bukan Cuma Saksofon: Instrumen Tak Terduga dalam Jazz”, penyiar Lia Kusumawardani mengajak pendengar mengenal lebih jauh bagaimana instrumen seperti vibraphone, flute, biola, organ Hammond, harmonika, harpa, akordeon, tuba, hingga suara manusia dapat menjadi bagian dari ekspresi jazz.

Dalam program yang disiarkan selama tiga jam tersebut, pendengar tidak hanya diajak menikmati musik, tetapi juga memahami karakter dan perjalanan sejumlah instrumen yang kemudian berhasil menemukan tempat dalam perkembangan musik jazz.
Salah satu pembahasan adalah vibraphone, instrumen dengan bilah-bilah logam yang menghasilkan karakter bunyi bergetar seperti lonceng. Nama Lionel Hampton menjadi salah satu tokoh penting dalam perkembangan vibraphone di jazz. Sementara Milt Jackson dan Gary Burton memperlihatkan karakter permainan yang berbeda melalui pendekatan masing-masing.
Program kemudian berlanjut pada flute, yang meskipun memiliki karakter suara lebih ringan dibandingkan saksofon atau trompet, mampu memainkan peran penting dalam jazz. Herbie Mann menjadi salah satu musisi yang membantu menjadikan flute sebagai instrumen utama dalam jazz sekaligus mempertemukan jazz dengan pengaruh musik Afrika, Brasil, soul, funk, dan musik dunia.
Instrumen lain yang mendapat perhatian adalah biola. Melalui sosok Stéphane Grappelli, biola menjadi bagian penting dari perkembangan gypsy jazz atau jazz manouche. Sementara Jean-Luc Ponty kemudian membawa instrumen tersebut ke wilayah jazz fusion dengan pendekatan yang lebih modern.
Jazzy Vibes juga mengangkat kisah Jimmy Smith yang berhasil menjadikan organ Hammond sebagai instrumen utama dalam jazz. Dengan kemampuan memainkan melodi dan akor melalui tangan serta garis bas melalui pedal kaki, satu pemain organ dapat menghasilkan suara yang besar dan kompleks. Perkembangan organ trio kemudian memperkuat posisi Hammond dalam jazz, terutama melalui perpaduan dengan blues, gospel, dan soul.
Dari instrumen berukuran besar hingga yang dapat masuk ke dalam saku, program ini turut memperkenalkan harmonika Toots Thielemans. Harmonika yang selama ini lebih sering diasosiasikan dengan blues, folk, dan country dibawa Thielemans ke dalam jazz melalui permainan yang ekspresif dan dekat dengan karakter suara manusia.
Ada pula kisah Dorothy Ashby, musisi yang menjadikan harpa sebagai instrumen utama dalam jazz. Di tengah keraguan terhadap kemampuan harpa untuk berimprovisasi dalam jazz, Ashby terus tampil dan membuktikan bahwa instrumen tersebut dapat memainkan bebop, blues, soul jazz, hingga pengaruh musik Brasil dan Afrika.
Sementara itu, Richard Galliano menunjukkan bagaimana akordeon dapat melebur dengan bahasa jazz. Melalui pendekatan yang dikenal sebagai new musette, Galliano mempertemukan tradisi musik Prancis dengan ritme, harmoni, dan kebebasan improvisasi jazz sehingga melahirkan warna musikal baru.
Instrumen yang tidak kalah menarik adalah tuba. Dari instrumen yang umumnya berada di bagian belakang sebagai pembawa garis bas, Howard Johnson memperluas kemungkinan tuba sebagai instrumen melodi dan improvisasi. Bersama kelompoknya, Gravity, Johnson bahkan menempatkan beberapa tuba sebagai pusat permainan musik.
Program Jazzy Vibes dapat didengarkan melalui RRI Jazz Channel pada DAB+, aplikasi RRI Digital, serta 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta. Program ini disiarkan setiap Sabtu malam dan pada edisi kali ini dipandu oleh Lia Kusumawardani.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....