AndrocK Buka Babak Baru lewat 2 Cangkir
- 30 Agt 2026 17:02 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Setelah menempuh perjalanan sejak 2014, AndrocK membuka fase baru perjalanan musiknya melalui single “2 Cangkir”. Mengusung alternative rock dengan sentuhan modern, karya ini menjadi pintu masuk menuju EP perdana mereka, Hystoria, sekaligus menandai pembentukan kembali identitas musikal band pada 2026.
AndrocK berdiri pada 2014 dan telah melewati berbagai perubahan formasi. Rana Yuditha, pemain bass, menjadi satu-satunya personel dari formasi awal yang masih bertahan. Memasuki Mei 2026, AndrocK kembali membangun formasi dengan semangat yang berangkat dari kecintaan terhadap alternative rock.
Bersama Adi Virso, Trianto Pramudhia, serta para musisi yang kemudian bergabung, AndrocK menawarkan pendekatan musikal baru. Energi rock era 1990–2000-an tetap menjadi salah satu fondasi, tetapi tidak sekadar dihadirkan sebagai nostalgia. Karakter tersebut diterjemahkan melalui aransemen dan produksi yang lebih modern.
| Baca juga: The Rain Rayakan 25 Tahun lewat Single Baru |
Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari arah EP Hystoria. AndrocK ingin mempertahankan karakter sebuah band rock sekaligus memberikan ruang bagi produksi musik yang relevan dengan pendengar masa kini. Bagi mereka, musik masa lalu bukan untuk dihidupkan kembali secara mentah, melainkan menjadi energi yang dikembangkan sesuai konteks sekarang.
“2 Cangkir” sendiri menghadirkan cerita yang sederhana, tetapi menyimpan lapisan emosional. Lagu ini menggambarkan hubungan yang masih berjalan secara fisik, namun perlahan kehilangan kedekatan secara emosional. Metafora dua cangkir di atas satu meja menjadi gambaran dua individu yang masih berbagi ruang, tetapi mulai memiliki dunia dan cara merasakan sesuatu yang berbeda.
Menariknya, lagu ini tidak berusaha mencari siapa yang salah dalam sebuah hubungan. “2 Cangkir” justru mengajak pendengar melihat bagaimana sebuah relasi dapat bertahan karena kebiasaan, keadaan, atau tuntutan sosial, sementara perasaan yang dahulu menyatukan dua orang semakin menjauh. Pesannya terasa dekat dengan realitas hubungan manusia sehari-hari.
Secara musikal, “2 Cangkir” membawa pendekatan alternative rock dengan sentuhan modern. Semangat rock yang menjadi fondasi AndrocK tetap dipertahankan, sementara penggarapan aransemennya diarahkan agar mampu berdiri dalam lanskap musik masa kini. Single ini menjadi karya resmi pertama AndrocK pada 2026 sekaligus pembuka perjalanan menuju Hystoria.
Bagi AndrocK, Hystoria bukan sekadar kumpulan lagu. EP tersebut diposisikan sebagai dokumentasi sebuah fase baru yang berbicara tentang perubahan, hubungan, manusia, serta berbagai cerita yang lahir dari kehidupan sehari-hari. “2 Cangkir” menjadi bab pertama dari rangkaian cerita tersebut.
“Kami tidak ingin sekadar menghidupkan kembali suara rock masa lalu. Kami mengambil energi dan semangatnya, lalu membawanya ke tempat kami sekarang,” ungkap AndrocK. Pernyataan tersebut mempertegas arah kreatif mereka untuk menjadikan pengaruh rock 1990–2000-an sebagai pijakan, bukan batas dalam mengembangkan musik.
Pada formasi 2026, AndrocK diperkuat Denny Stunt pada vokal, dengan Ignaz sebagai additional player, KuplE pada gitar bersama Obay Kojiro sebagai additional player, Rana Yuditha pada bass, Adi Virso pada keyboard dan synth, serta Trianto Pramudhia pada drum. Formasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan baru AndrocK menuju Hystoria.
Melalui “2 Cangkir”, AndrocK menunjukkan bahwa babak baru tidak selalu berarti meninggalkan masa lalu. Energi lama dapat menjadi bahan bakar untuk menciptakan sesuatu yang lebih relevan. Dari dua cangkir di satu meja, AndrocK membuka cerita baru tentang manusia, perubahan, hubungan, serta jarak emosional yang terkadang tumbuh tanpa disadari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....