Dinda Ghania Tuangkan Kegelisahan lewat Lagu

  • 28 Agt 2026 20:16 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi muda Dinda Ghania kembali menghadirkan karya terbaru yang mengangkat sisi personal dan kegelisahan yang dekat dengan kehidupan anak muda. Melalui single What If I’m Never Enough, Dinda mengajak pendengar menyelami pertanyaan sederhana namun mendalam: apakah dirinya sudah cukup baik bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri.

Lagu tersebut resmi dirilis pada 22 Agustus 2026 di seluruh platform musik digital. Perilisannya menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan penampilan Dinda di Bloom Stage, LaLaLa Festival 2026, Jakarta, pada hari yang sama.

Dalam penggarapannya, Dinda kembali menggandeng produser dan komposer asal Amerika Serikat, Josh Cumbee. Kolaborasi ini melanjutkan kerja sama mereka sebelumnya dalam Bad Connection. Josh memiliki pengalaman bekerja dengan sejumlah musisi internasional, di antaranya Madonna, Chris Brown, Kygo, Olivia Rodrigo, Sabrina Carpenter, Rita Ora, TAEYEON, BoA, dan NCT.

Sementara penulisan lirik dikerjakan Dinda bersama Molly Ann. Proses kreatif keduanya bersama Josh berlangsung di Bali, bermula dari percakapan santai yang kemudian berkembang menjadi upaya menerjemahkan catatan dan pengalaman personal Dinda ke dalam sebuah karya musik.

Secara tematik, What If I’m Never Enough merekam kegelisahan yang cukup akrab bagi generasi muda, terutama ketika seseorang telah berusaha maksimal tetapi masih dihantui keraguan terhadap dirinya sendiri. Lagu ini berangkat dari pikiran-pikiran yang muncul pada malam hari dan berkembang menjadi pertanyaan mengenai harga diri serta ekspektasi orang lain.

Menariknya, Dinda tidak ingin lagu tersebut berhenti sebagai ungkapan keresahan. Menurutnya, proses penulisan justru membawa sebuah jawaban kecil di bagian akhir. Harapannya, pendengar yang mengalami kegelisahan serupa dapat merasa tidak sendirian ketika mendengarkan lagu tersebut.

Dari sisi musik, lagu ini dibangun dengan pendekatan yang cukup sinematik. What If I’m Never Enough diawali piano ballad yang intim, kemudian berkembang perlahan menjadi orkestrasi string bergaya old-Hollywood yang megah pada bagian bridge. Perubahan tersebut menjadi cara Josh menerjemahkan sebuah pikiran kecil yang perlahan membesar menjadi kecemasan.

Kehadiran lagu ini juga menjadi bagian dari perkembangan musikal Dinda Ghania yang semakin berani mengeksplorasi tema dan warna musik. Sebelum single terbaru tersebut, Dinda telah merilis sejumlah karya, antara lain Bad Connection, Half of Me, Relung Hati bersama Yovie Widianto, Unfinished, Backseat Memories, dan Here’s To Us. Ia juga berkolaborasi dengan Melly Goeslaw melalui Jangan Pernah Berubah serta menghadirkan versi akustik Never True bersama Ariel NOAH.

Selain musik, Dinda juga mengembangkan kiprahnya di dunia seni peran melalui film Adagium pada 2023. Penyanyi dan aktris muda kelahiran Jakarta, 10 November 2009, itu mulai menapaki karier profesional sekitar 2020 dan dikenal melalui karya-karya pop remaja yang dekat dengan keseharian generasi muda.

Bagi Dinda, What If I’m Never Enough bukan sekadar lagu tentang rasa tidak percaya diri. Karya ini menjadi ruang untuk mengubah kegelisahan menjadi cerita yang dapat dibagikan kepada banyak orang. Dari sebuah pertanyaan tentang apakah dirinya cukup, Dinda justru menemukan kemungkinan bahwa perasaan tersebut adalah pengalaman manusia yang tidak perlu dihadapi sendirian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....