Sidepony Kembali dengan “September”
- 25 Agt 2026 03:41 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Setelah lebih dari satu dekade tidak merilis karya baru, trio asal Pontianak, Sidepony, kembali menyapa pendengar melalui single terbaru bertajuk “September”. Lagu tersebut dirilis pada 18 Agustus 2026 melalui Enamempat Records, sekaligus menjadi karya pertama mereka setelah “Melepas Senja”.
Sidepony yang beranggotakan Dian Gustiansyah, Ajung McAnderson, dan Arbian Octora menjadikan “September” sebagai penanda babak baru perjalanan bermusik. Jika perjalanan panjang sebelumnya menjadi bagian dari proses pencarian, lagu ini berbicara tentang apa yang dilakukan setelah seseorang merasa menemukan pilihan yang ingin diperjuangkan.
“September” ditulis Arbian Octora dan Dian Gustiansyah di atas komposisi McAnderson. Liriknya bercerita tentang seseorang yang telah melewati berbagai pengalaman hingga mampu membedakan antara sekadar jatuh cinta dan keberanian untuk memilih. Dari perjalanan tersebut kemudian lahir sebuah ikrar yang membawa tanggung jawab dan keyakinan bahwa hubungan tidak dapat dibangun oleh satu orang saja.
Dian Gustiansyah menyebut “September” menggambarkan fase kehidupan yang lebih serius. Lagu ini tidak lagi sekadar berbicara tentang pencarian cinta, melainkan tentang membangun komitmen untuk menjalani kehidupan bersama. Di dalamnya juga terdapat keyakinan bahwa hubungan yang ingin bertahan membutuhkan penyertaan Tuhan sebagai pondasi utama.
Pesan tersebut terasa semakin menarik karena lahir dari perjalanan Sidepony sendiri. Bagi Arbian Octora, “September” seperti sebuah cermin yang menggambarkan perjalanan panjang sebelum akhirnya menemukan sesuatu yang layak diperjuangkan. Hampir dua dekade perjalanan band, menurutnya, membuat karya terbaru ini terasa bukan sebagai upaya kembali ke masa lalu, melainkan melanjutkan perjalanan dengan cerita yang lebih dewasa.
Kesederhanaan menjadi pilihan penting dalam proses produksi “September”. Aransemen lagu tersebut beberapa kali dibongkar dan disusun kembali sebelum Sidepony memilih pendekatan yang lebih minimalis. Keputusan tersebut diambil agar cerita dan pesan dalam lagu dapat terdengar lebih kuat, tanpa terlalu banyak ornamen musikal yang justru berpotensi mengalihkan perhatian pendengar.
McAnderson menangani produksi, proses rekaman, sekaligus mixing, sementara mastering dikerjakan Gita Roni Chandra. Rekaman berlangsung di Djagad Kardja, F Studio, dan AbahAga Studio, dengan dukungan peralatan Hars Studio. Wendy Alfred Samantha turut mengisi keyboard, sedangkan untuk pertama kalinya dalam diskografi Sidepony digunakan drum sampling.
Bagi McAnderson, proses menyederhanakan aransemen justru menjadi perjalanan kreatif tersendiri. Setelah beberapa kali mencoba berbagai bentuk, mereka akhirnya menemukan formula yang dianggap paling nyaman dan mampu memberi ruang lebih besar bagi cerita dalam lagu.
Kehadiran “September” juga memperlihatkan bahwa perjalanan panjang tidak selalu berarti harus terus menoleh ke belakang. Sidepony memilih membawa pengalaman yang telah mereka lewati untuk menghasilkan karya dengan sudut pandang yang lebih matang. Identitas mereka yang dikenal sederhana dan tidak banyak hiasan tetap dipertahankan, sementara cerita yang dibawa tumbuh mengikuti perjalanan para personelnya.
Sebagai bagian dari perilisan, Sidepony juga akan menggelar “Jamuan September”, sebuah intimate listening session bersama media, komunitas, dan pendengar. Sementara itu, “September” menjadi penanda bahwa setelah lebih dari sepuluh tahun, Sidepony tidak sekadar kembali tampil, tetapi kembali dengan cerita baru tentang cinta, komitmen, perjalanan, dan keberanian memilih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....