Kilau Kenangan : 17 Agustus Dulu, Sederhana tapi Berkesan
- 18 Agt 2026 11:54 WIB
- Jakarta
Poin Utama
- Kilau Kenangan : 17 Agustus Dulu, Sederhana tapi Berkesan
RRI.CO.ID. Jakarta - Ada satu hal yang selalu berubah ketika Agustus datang: suasana kampung. Bendera merah putih mulai berkibar, gapura dicat ulang, umbul-umbul menghiasi jalan, dan suara persiapan lomba perlahan menghidupkan lingkungan. Kenangan tentang suasana itulah yang menjadi tema “17-an Dulu – Hadiahnya Sederhana, Serunya Luar Biasa” dalam program Kilau Kenangan, yang dipandu penyiar Mika Kartika.
Dalam edisi 16 Agustus 2026 tersebut, Mika mengajak pendengar kembali ke suasana perayaan kemerdekaan era 1960–1990-an. Bukan sekadar mengingat lomba balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, bakiak, atau panjat pinang, tetapi juga mengenang bagaimana satu kampung bisa terasa hidup karena seluruh warga ikut mengambil bagian.
Menariknya, kenangan justru sering muncul dari hal-hal sederhana. Bang Ucup dari Cengkareng bercerita tentang masa kecilnya ketika rajin mengikuti rapat panitia hanya karena penasaran dengan hadiah lomba. Sementara Ibu Aty dari Pondok Gede mengingat keseruannya membantu memasang bendera karena setelahnya mendapat es lilin dari sang ibu.
Cerita lain datang dari Pak Edi di Kebumen yang mengenang lomba balap karung hingga dirinya ikut terjatuh karena terlalu sibuk menertawakan temannya. Ada pula Kak Yuli di Solo yang justru paling menikmati proses menghias kampung dengan lampion, umbul-umbul, dan bendera. Cerita-cerita ringan itu membuat suasana Kilau Kenangan terasa seperti obrolan bersama teman lama.
Bagi sebagian pendengar, hadiah lomba juga menjadi bagian tak terlupakan. Ibu Yasmin di Limo, Depok, mengingat ketika dirinya memenangkan lomba makan kerupuk dan mendapat satu paket alat tulis yang dibungkus kertas cokelat. Nilainya mungkin sederhana, tetapi kebanggaan ketika namanya dipanggil ke panggung masih terasa hingga sekarang.
Interaksi pendengar pun terus mengalir melalui WhatsApp. Selain Bang Ucup, Ibu Aty, Pak Edi, Kak Yuli, Kak Indah, dan Ibu Yasmin, Mika juga menyapa sejumlah pendengar dari berbagai wilayah seperti Bekasi, Klender, Tangerang, Tebet, Jakarta, dan Pamulang. Cerita mereka menunjukkan bahwa kenangan 17 Agustus ternyata memiliki versi berbeda di setiap keluarga dan kampung.
Pada akhirnya, Kilau Kenangan mengingatkan bahwa kemeriahan 17 Agustus dulu bukan terutama soal hadiah mahal atau perlombaan besar. Yang membuatnya membekas adalah kebersamaan: memasang bendera, kerja bakti, menunggu lomba, saling menyemangati, hingga berkumpul saat pembagian hadiah. Hal-hal sederhana itulah yang kemudian berubah menjadi kenangan yang selalu membuat kita tersenyum.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....