Dari Broadway ke Jazz Club, ketika Lagu Musikal Berubah Jadi Jazz Standard

  • 09 Agt 2026 13:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Jazz tidak selalu lahir dari panggung jazz. Banyak lagu yang kini dikenal sebagai jazz standard justru bermula dari Broadway, opera, film, dan pertunjukan musikal. Perjalanan menarik tersebut menjadi tema utama program Jazzy Vibes yang disiarkan RRI Jazz Channel dan direlay RRI Pro 1 Jakarta, Sabtu (8/8/2026) malam.

Dipandu penyiar Lia Kusumawardani, Jazzy Vibes mengajak pendengar menyusuri perjalanan sejumlah lagu populer yang meninggalkan panggung teater dan menemukan kehidupan baru di dunia jazz. Program yang mengudara pukul 21.00 hingga 24.00 WIB ini mengangkat tema “From Broadway to Jazz Club”, tentang bagaimana lagu-lagu musikal bertransformasi menjadi jazz standards.

Lia Kusumawardani, penyiar RRI Jazz Channel. Foto: Yanti/RRI.

Salah satu lagu yang dibahas adalah “Summertime” karya George Gershwin. Lagu tersebut awalnya diciptakan untuk opera Porgy and Bess pada 1935 dan berfungsi sebagai lagu pengantar tidur. Namun, ketika dibawakan musisi jazz, karakter lagu tersebut berkembang menjadi sangat beragam.

Billie Holiday menghadirkan nuansa blues dalam “Summertime”, sementara Ella Fitzgerald dan Louis Armstrong membawakannya seperti sebuah dialog musikal. Miles Davis bersama Gil Evans mengeksplorasi lagu tersebut melalui pendekatan jazz orkestra, sedangkan John Coltrane menghadirkan energi dan tempo yang berbeda dari karakter lullaby aslinya.

Perubahan serupa terjadi pada “My Funny Valentine”, karya Richard Rodgers dan Lorenz Hart untuk musikal Babes in Arms pada 1937. Lagu tersebut awalnya dinyanyikan oleh karakter Billie Smith kepada Valentine “Val” LaMar. Di dunia jazz, lagu ini kemudian memperoleh kehidupan baru dan sangat lekat dengan interpretasi Chet Baker yang menghadirkannya secara intim dan personal.

Masih dari Babes in Arms, “The Lady Is a Tramp” juga menjadi contoh bagaimana sebuah lagu musikal dapat melampaui konteks cerita asalnya. Lagu yang ditulis sebagai sindiran terhadap kehidupan sosial kelas atas New York tersebut kemudian menjadi salah satu nomor jazz yang populer. Ella Fitzgerald, Frank Sinatra, Tony Bennett hingga Lady Gaga menghadirkan interpretasi berbeda terhadap lagu tersebut.

Jazzy Vibes juga menyoroti “My Favorite Things” dari musikal The Sound of Music. Jika dalam pertunjukan aslinya lagu tersebut berkaitan dengan berbagai hal yang disukai dan digunakan untuk menenangkan anak-anak ketika menghadapi badai, John Coltrane mengubahnya menjadi eksplorasi jazz yang panjang dan intens.

Pada 1960, Coltrane merekam “My Favorite Things” bersama McCoy Tyner, Steve Davis, dan Elvin Jones. Melodi aslinya tetap dapat dikenali, tetapi Coltrane membangun ruang improvisasi yang luas di sekelilingnya. Versi tersebut kemudian menjadi salah satu rekaman Coltrane yang paling dikenal.

Contoh lain adalah Mack the Knife” yang memiliki cerita cukup kontras dengan melodinya. Lagu tersebut berasal dari The Threepenny Opera karya Kurt Weill dengan teks Bertolt Brecht yang dipentaskan di Berlin pada 1928. Ceritanya berkaitan dengan Macheath, seorang kriminal berbahaya, tetapi lagu tersebut kemudian dikenal luas sebagai nomor swing yang enerjik.

Louis Armstrong merekamnya pada 1955, kemudian Bobby Darin menghadirkan versi yang menjadi hit besar pada 1959. Sementara itu, Ella Fitzgerald menghasilkan salah satu momen improvisasi vokal paling terkenal ketika ia lupa sebagian lirik dalam penampilannya di Berlin pada 1960 dan secara spontan menciptakan lirik baru.

Perjalanan lagu musikal menuju jazz standard juga terlihat dalam “Night and Day” karya Cole Porter. Lagu yang ditulis untuk musikal Gay Divorce pada 1932 tersebut pertama kali diperkenalkan Fred Astaire. Seiring waktu, “Night and Day” direkam oleh banyak musisi, antara lain Billie Holiday, Ella Fitzgerald, Frank Sinatra, Stan Getz, dan Art Tatum.

Sementara itu, “I Got Rhythm” karya George dan Ira Gershwin memberikan pengaruh yang bahkan lebih jauh terhadap perkembangan jazz. Lagu yang diperkenalkan Ethel Merman dalam musikal Girl Crazy pada 1930 tersebut melahirkan apa yang dikenal sebagai rhythm changes, yaitu pola progresi akor yang kemudian menjadi fondasi bagi banyak komposisi jazz.

Sejumlah karya seperti “Cotton Tail”, “Anthropology”, “Oleo”, dan “Rhythm-a-Ning” memanfaatkan kerangka harmoninya. Dengan demikian, “I Got Rhythm” bukan sekadar menjadi jazz standard, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting bagi perkembangan improvisasi jazz.

Melalui Jazzy Vibes, pendengar diajak memahami bahwa sebuah lagu dapat memiliki kehidupan yang jauh lebih panjang daripada pertunjukan yang melahirkannya. Ketika masuk ke dunia jazz, konteks cerita asal dapat berubah atau bahkan menghilang. Yang tersisa adalah melodi, harmoni, lirik, serta ruang bagi musisi untuk menghadirkan interpretasi personal.

Lalu, apa yang membuat sebuah lagu musikal mampu bertahan dan menjadi jazz standard?

Menurut pembahasan dalam program tersebut, terdapat beberapa karakter penting, antara lain melodi yang kuat dan mudah dikenali, struktur harmoni yang memungkinkan improvisasi, serta fleksibilitas untuk dibawakan dalam berbagai tempo, format, dan karakter. Selain itu, keberadaan komunitas musisi yang terus memainkan dan merekam lagu tersebut membuat sebuah komposisi semakin kuat sebagai bagian dari bahasa bersama dalam jazz.

Pada akhirnya, Jazzy Vibes menunjukkan bahwa jazz bukan sekadar tentang memainkan ulang sebuah lagu. Jazz adalah tentang memberikan kehidupan baru pada sebuah karya.

Melodi boleh tetap sama, tetapi pengalaman, karakter, zaman, dan perspektif setiap musisi dapat membuat sebuah lagu terdengar berbeda. Dari Broadway, opera, dan film, lagu-lagu tersebut kemudian menemukan rumah baru di klub jazz, studio rekaman, dan panggung konser.

Melalui tema “From Broadway to Jazz Club”, Jazzy Vibes bersama Lia Kusumawardani kembali memperlihatkan bahwa kekuatan musik terletak pada kemampuannya untuk terus ditafsirkan, dimainkan, dan ditemukan kembali oleh generasi yang berbeda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....