Gabriel Prince dan Naomi Ivo Rilis Berdebu Memori

  • 03 Agt 2026 16:53 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ada pesan yang tak pernah terkirim. Ada nama yang masih tersimpan di daftar kontak, meski sudah lama tak dihubungi. Ada tempat yang sengaja dihindari karena terlalu banyak kenangan. Ada hubungan yang tidak berakhir karena hilangnya rasa, melainkan karena dua orang yang sama-sama memilih diam. Dan ada bagian dari diri kita yang diam-diam masih berharap, seandainya waktu memberi kesempatan kedua.

Dari ruang-ruang sunyi itulah, Gabriel Prince dan Naomi Ivo mempersembahkan single terbaru mereka, Berdebu Memori. Lagu ini bukan sekadar berkisah tentang patah hati, melainkan tentang keberanian menghadapi perasaan yang belum benar-benar selesai.

Di tengah banyaknya lagu bertema move on, hubungan toksik, atau belajar melepaskan, Berdebu Memori menawarkan perspektif yang terasa lebih jujur dan dekat dengan kehidupan banyak orang. Lagu ini berbicara tentang hubungan yang tak pernah benar-benar hilang, tentang rasa yang tertutup oleh waktu, ego, kesibukan, dan ketakutan untuk memulai kembali. Tentang dua orang yang sebenarnya masih saling peduli, tetapi tak tahu harus memulai dari mana.

"Yang berdebu bukan kenangannya. Hanya waktu yang terlalu lama membuat kita tidak berani menyentuhnya lagi." Ujar Naomi dalam rilis yang diterima RRI, Senin 3 Agustus 2026.

Melalui lirik yang sederhana namun menyentuh, Gabriel Prince dan Naomi Ivo mengajak pendengar mengikuti perjalanan dua orang yang pernah saling menemukan, sempat kehilangan arah, lalu mencoba mencari jalan pulang.

Lagu ini dibuka dengan pengakuan yang terasa begitu akrab. Kisah yang mungkin pernah dialami siapa saja. Bertemu tanpa rencana, tumbuh bersama tanpa sadar, lalu perlahan saling memahami. Hingga suatu hari, tanpa benar-benar tahu kapan semuanya berubah, hubungan itu menjadi sunyi.

Tidak ada pengkhianatan besar. Tidak ada pertengkaran dramatis. Tidak ada sosok antagonis. Hanya dua orang yang perlahan kehilangan koneksi. Justru karena kesederhanaannya, kisah dalam Berdebu Memori terasa begitu dekat.

Bagi sebagian orang, lagu ini mungkin mengingatkan pada seseorang yang pernah hadir lalu pergi. Bagi yang lain, lagu ini menjadi cermin untuk melihat kembali versi diri yang pernah hilang bersama sebuah hubungan. Sebab terkadang, yang kita rindukan bukan hanya seseorang, melainkan diri kita sendiri saat bersama mereka.

Dalam proses kreatifnya, Gabriel Prince dan Naomi Ivo tidak hanya berusaha menyampaikan melodi dengan baik, tetapi juga emosi yang sebenar-benarnya. Menariknya, proses penggarapan vokal Berdebu Memori turut melibatkan Feby Putri sebagai Vocal Director.

Dikenal melalui karya-karyanya yang penuh kejujuran emosional, Feby membantu keduanya menemukan rasa di balik setiap bait lagu. Salah satu pesan yang paling membekas selama proses rekaman adalah:

Kalimat sederhana itu kemudian menjadi fondasi interpretasi lagu ini. Bukan tentang menunjukkan kemampuan vokal semata, melainkan keberanian untuk terdengar rapuh. Tentang menyanyikan kehilangan, penyesalan, harapan, dan kerinduan apa adanya, tanpa topeng dan tanpa dibuat-buat.

Karena pada akhirnya, pendengar tidak selalu mencari kesempurnaan. Mereka mencari kejujuran.

Meski banyak orang mungkin memaknai Berdebu Memori sebagai lagu tentang mantan atau kisah cinta yang belum usai, Gabriel Prince dan Naomi Ivo justru melihat makna yang lebih luas.

Bagi keduanya, lagu ini juga menjadi refleksi atas perjalanan persahabatan yang telah lama mereka bangun. Sebuah hubungan yang tumbuh bersama waktu, melewati berbagai fase kehidupan, serta mengajarkan bahwa kedekatan tidak selalu berarti harus selalu hadir setiap saat, melainkan tetap memilih saling menjaga ketika dibutuhkan.

"Buat kami pribadi, lagu ini juga menggambarkan perjalanan persahabatan yang sudah cukup lama kami jalani. Ada banyak momen bertumbuh, belajar memahami satu sama lain, dan menyadari bahwa hubungan apa pun pasti mengalami pasang surut. Tapi kami juga percaya bahwa setiap orang punya kisahnya sendiri," ujar Gabriel Prince.

Naomi Ivo pun percaya bahwa keindahan sebuah lagu terletak pada kebebasan pendengar untuk menemukan maknanya sendiri.

"Mungkin ada yang mendengarnya sebagai lagu tentang mantan, tentang sahabat yang pernah menjauh, tentang keluarga, atau bahkan tentang versi diri mereka yang pernah hilang. Dan menurutku, semua interpretasi itu benar. Karena ketika sebuah lagu sudah sampai ke pendengar, lagu itu bukan lagi milik kami sepenuhnya," kata Naomi Ivo.

Pada akhirnya, "Berdebu Memori" dipersembahkan untuk siapa pun yang merasa belum benar-benar selesai. Untuk mereka yang masih menyimpan foto lama. Untuk mereka yang sesekali mencari nama itu di daftar kontak. Untuk mereka yang pernah mengetik sebuah pesan, lalu menghapusnya kembali. Untuk mereka yang ingin pulang, tetapi tak tahu harus memulai dari mana.

Sebab mungkin, yang berdebu bukanlah cinta, persahabatan, ataupun kenangan itu sendiri. Yang berdebu adalah keberanian kita untuk menyentuhnya kembali. Untuk memahami perannya dalam membentuk siapa diri kita hari ini. Untuk berdamai. Untuk meminta maaf. Untuk mengucapkan terima kasih.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....