Rasa Rindu Menjadi Sebuah Lagu

  • 30 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Rasa Rindu Menjadi Sebuah Lagu

RRI.CO.ID, Jakarta - Ada jarak yang tak pernah kita rencanakan, dan justru karena itu terasa paling menyakitkan. Jarak dengan kekasih bisa diberi nama: putus atau sedang tidak baik-baik saja. Jarak dengan sahabat bisa dijelaskan oleh waktu dan kesibukan. Namun, jarak dengan adik sendiri yang dulu tidur di bawah satu selimut, berebut remot televisi, atau kita gendong saat terjatuh dari sepeda sering datang tanpa alasan yang mudah dijelaskan.

Jarak itu menyelinap perlahan, dibungkus oleh sesuatu yang kita sebut kedewasaan. Padahal, sering kali yang tumbuh hanyalah rasa canggung yang entah berasal dari mana. Kita menjadi jaim kepada orang yang paling mengenal diri kita, bahkan sebelum kita mengenal apa itu gengsi.

Barangkali begitulah cara luka bekerja. Ia tidak datang menyerang, melainkan membiarkan kita sibuk. Membiarkan kita berpikir, Adik pasti mengerti, hingga suatu hari kita sadar bahwa mengerti bukan berarti tidak merasa sepi. Di seberang percakapan yang tak pernah dimulai, ada seseorang yang diam-diam menyerah. Sementara kita, sebagai kakak yang merasa sedang melindungi dengan menjaga jarak, justru tanpa sadar lalai menjaga kedekatan.

Dari kegelisahan itulah lagu ini lahir. Sebuah surat yang terlambat dikirim, ditulis oleh seorang kakak yang akhirnya menyadari bahwa kata "maaf" saja tidak pernah cukup. Sebab, yang benar-benar dirindukan bukanlah penjelasan, melainkan kehadiran yang dulu begitu dekat, tetapi kini entah ke mana.

Kepada Adik diciptakan oleh Bob Anwar, musisi sekaligus sastrawan asal Bandung yang dikenal melalui karya-karya sastra, aktivitas literasi, serta pertunjukan musik yang kerap digelar di perpustakaan dan toko buku. Bagi Bob, sebuah lagu baru benar-benar hidup ketika lahir dari pengalaman yang sungguh-sungguh dialami. Karena itulah, lirik-lirik yang ia tulis bukan hanya puitis, tetapi juga lahir dari pengalaman yang otentik. Kepada Adik menjadi salah satu karya yang paling personal dari keyakinan tersebut.

Lagu ini dibawakan bersama Nuranica, solois asal Purwakarta yang belakangan semakin sering diperbincangkan di skena musik independen Indonesia. Nuranica dikenal melalui cara bertuturnya yang intim dan jujur, dengan vokal yang membuat pendengar merasa didengar, bukan sekadar dihibur. Dalam Kepada Adik, karakter vokalnya menjadi medium yang tepat untuk menyampaikan penyesalan tanpa harus terdengar berlebihan.

Nuansa emosional lagu ini semakin diperdalam oleh permainan biola Yasin Getih, musisi asal Bandung yang telah lama berkarya sebagai solois maupun session player. Petikan dan gesekan biolanya hadir bukan sekadar sebagai ornamen musikal, melainkan seperti suara lain dari rasa bersalah yang tak mampu diucapkan melalui kata-kata, melengkapi ruang-ruang sunyi di dalam lirik.

Aransemen, mixing, dan mastering dikerjakan oleh Putra Prastyo atau yang lebih dikenal sebagai Tyo Closehead, sekaligus suami dari Nuranica. Kolaborasi keduanya bukanlah hal baru. Nama Tyo telah lama menjadi bagian dari perjalanan musikal Nuranica. Pada Kepada Adik, kedekatan itu terasa melalui aransemen yang memberi ruang lapang bagi vokal dan biola untuk saling mengisi, tanpa ada yang saling mendominasi.

Seluruh proses rekaman dilakukan di studio pribadi yang berada di rumah Tyo dan Nuranica. Pilihan ini, disadari atau tidak, turut membentuk suasana lagu. Ada kehangatan yang sulit ditemukan di studio profesional mana pun; sebuah atmosfer rumah yang membuat lagu tentang kerinduan kepada rumah dan seorang adik justru lahir dari tempat yang paling menyerupai rumah itu sendiri.

"Kepada Adik dirilis di seluruh platform musik digital pada 24 Juli, sehari setelah peringatan Hari Anak Nasional. Tanggal tersebut bukan dipilih secara kebetulan. Lagu ini dipersembahkan bukan hanya untuk anak-anak yang diperingati pada hari itu, melainkan juga untuk mereka yang telah tumbuh dewasa dan tanpa sadar lupa bahwa mereka pernah menjadi kakak bagi seseorang." Ujar Bob dalam rilis yang diterima RRI, Kamis 30 Juli 2026.

Lagu ini adalah pengingat bagi siapa saja yang sedang sibuk mengejar kehidupan, hingga tanpa disadari meninggalkan seseorang yang dulu paling dekat, di rumah yang sama.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....