Suara Anak Indonesia 2026, Ajang menuju Penyanyi Profesional

  • 27 Jul 2026 17:52 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Ajang Suara Anak Indonesia 2026 yang digelar Wieta Musik di J Town, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu, 26 Juli 2026 menjadi panggung bagi talenta muda menuju penyanyi profesional.

Di tahun kedua penyelenggaraan, event ini tidak hanya menarik peserta dari Jakarta, tetapi juga dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Langkat, Palembang, Majalengka, Sumedang hingga Garut.

Intan Juwita, Owner Wieta Musik menjelaskan, program ini lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembinaan berkelanjutan bagi anak-anak yang memiliki bakat menyanyi.

"Kami ingin setiap Hari Anak Nasional menjadi momentum melahirkan generasi baru penyanyi anak Indonesia. Kompetisi ini bukan sekedar mencari juara, tetapi membangun karakter, melatih keberanian, sekaligus membimbing mereka hingga memiliki karya sendiri. Para pemenang nantinya akan kami ciptakan lagu, merilis singel, dan kami persiapkan untuk tampil sebagai bintang tamu di berbagai kegiatan Wieta Musik berikutnya," ujar Intan dalam keterangan resminya, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut Intan, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa ruang bagi musik anak masih dibutuhkan. Bahkan panitia terpaksa membatasi jumlah peserta karena keterbatasan waktu pelaksanaan, padahal pendaftar menembus lebih dari 100 orang.

"Anak-anak yang datang bukan hanya dari Jakarta, ini menunjukkan bahwa semangat menghidupkan kembali lagi anak mendapat sambutan yang luar biasa," katanya.

Kompetisi dibagi dalam dua kategori usia, yakni Kategori A usia 7 - 11 tahun dan Kategori B usia 12 - 16 tahun. Berbeda dengan lomba pada umumnya, panitia menghadirkan sembilan kategori penghargaan, mulai dari Juara 1 hingga Most Prominent Talent.

Intan menjelaskan, konsep tersebut sengaja dibuat agar lebih banyak anak memperoleh apresiasi atas karakter vokal dan potensi yang mereka miliki.

"Kami ingin setiap anak pulang dengan rasa percaya diri, karena setiap anak memiliki keunikan yang berbeda. Ada yang kuat di karakter suara, ada yang menonjol dari penampilan panggung, ada pula yang memiliki potensi luar biasa untuk berkembang, semua itu layak diapresiasi," katanya.

Untuk menjaga objektivitas penilaian, Wieta Musik menggandeng dewan juri independen dari Persatuan Artis Pencipta Lagu, Penyanyi, dan Pemusik Republik Indonesia (PAPRI). Dewan juri terdiri atas BAF Sjamsudin (Music Director), Dhevonie Dhenov (Penyanyi Istana), serta Oxtav Sugges (Juri AMI Awards).

"Kami sengaja menghadirkan juri yang tidak memiliki hubungan dengan peserta. Identitas juri pun baru diumumkan saat perlombaan berlangsung agar seluruh proses benar-benar transparan, profesional, dan bebas dari kepentingan apa pun," ucap Intan.

Sementara itu, Festival Director T. Osga Ahudin menilai ajang tersebut menjadi wadah penting untuk membangun mental anak sejak dini, bukan hanya kemampuan bernyanyi.

"Panggung kompetisi adalah ruang belajar yang sangat berharga. Anak-anak dilatih mengelola rasa gugup, belajar menerima hasil dengan sportif, tampil percaya diri, dan mengembangkan kemampuan artistik mereka. Mental seperti inilah yang nantinya akan menjadi bekal apabila mereka memilih jalan sebagai musisi, entertainer, ataupun performer profesional," ujar Osga.

Ia berharap "Suara Anak Indonesia" terus berkembang dan mampu menjadi agenda tahunan yang melahirkan lebih banyak talenta muda dari seluruh Indonesia.

Selain kompetisi menyanyi, Wieta Musik juga tengah menyiapkan program pembinaan yang lebih luas. Intan mengungkapkan para pemenang akan memperoleh kesempatan merekam single, mengikuti pelatihan tari, hingga drama musikal. Ke depan, Ia juga berencana mengembangkan pertunjukan teater musikal sebagai ruang ekspresi bagi anak-anak.

"Setiap penyelenggaraan selalu menjadi bahan evaluasi. Tahun depan kami ingin menghadirkan bintang tamu yang lebih besar, sementara para juara tahun ini akan kami promosikan menjadi bintang tamu di edisi berikutnya. Kami ingin perjalanan mereka benar-benar berlanjut, bukan berhenti setelah lomba selesai," kata Intan.

Ia berharap Wieta Musik dapat menjadi salah satu motor kebangkitan lagu anak di Indonesia.

"Harapan kami sederhana, lagu anak kembali hidup dan dicintai. Kami ingin Wieta Musik dikenal sebagai rumah bagi lahirnya karya-karya terbaik anak Indonesia sekaligus menjadi tempat tumbuhnya generasi penyanyi muda yang berkualitas," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....