Barasuara Ajak Berdamai lewat “Sementara”

  • 24 Jul 2026 00:11 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Grup musik Barasuara kembali menyapa pendengarnya melalui single terbaru bertajuk Sementara. Lagu yang dirilis pada 10 Juli 2026 itu membawa pesan tentang pentingnya menerima kegagalan sebagai bagian dari perjalanan hidup. Di tengah berbagai rencana yang tidak selalu berjalan sesuai harapan, Barasuara mengajak pendengar untuk percaya bahwa setiap akhir yang mengecewakan dapat membuka jalan menuju kemungkinan yang lebih baik.

Single ini menjadi karya baru pertama Barasuara setelah merilis album ketiga Jalaran Sadrah pada pertengahan 2024. Dibawakan dengan tempo sedang, Sementara ditulis oleh Iga Massardi dan diproduseri langsung oleh Barasuara. Lagu ini juga menandai babak baru perjalanan band asal Jakarta yang telah berkarya selama 14 tahun dengan formasi Iga Massardi, Asteriska, Puti Chitara, Gerald Situmorang, Tj Kusuma, dan Marco Steffiano.

Menurut Iga Massardi, Sementara lahir dari refleksi atas kenyataan bahwa manusia kerap menyusun rencana, cita-cita, dan harapan, namun tidak semuanya dapat terwujud sesuai keinginan. Dalam pandangannya, kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan ruang untuk menemukan arah baru yang sebelumnya tidak pernah dibayangkan. Karena itu, lagu ini mengajak pendengar belajar mengikhlaskan keadaan sembari terus berusaha menemukan jalan terbaik.

Senada dengan itu, Asteriska memaknai lagu ini sebagai gambaran fase penerimaan dalam proses emosional seseorang. Baginya, menerima kenyataan bukan berarti menghapus rasa sedih, melainkan menemukan cara baru untuk bangkit setelah harapan yang pupus. Pesan tersebut menjadi inti dari Sementara, yang ingin menghadirkan harapan di tengah kekecewaan dan menguatkan mereka yang sedang menghadapi masa-masa sulit.

Menariknya, perjalanan lagu ini juga mencerminkan pesan yang dibawanya. Draf awal Sementara sebenarnya telah ditulis sejak 2022, namun belum sempat digarap untuk album sebelumnya. Baru pada awal 2026, lagu tersebut kembali diangkat ketika Barasuara mulai menyiapkan materi baru dan langsung mendapat respons positif dari para personel. Proses rekaman pun berlangsung relatif cepat, hanya dalam rentang April hingga Juni 2026, dengan melibatkan sejumlah musisi tamu pada instrumen tiup untuk memperkaya warna musiknya.

Bagi Barasuara, tema yang diangkat dalam Sementara bukan sekadar cerita dalam lirik, tetapi juga cerminan perjalanan mereka sebagai sebuah band. Setelah melewati berbagai pasang surut, termasuk momentum ketika lagu Terbuang dalam Waktu dan Pancarona kembali viral pada 2025, mereka menyadari bahwa keberhasilan bukan satu-satunya ukuran dalam berkarya. Yang terpenting adalah terus menghasilkan musik yang jujur dan mampu menemukan pendengarnya, cepat ataupun lambat.

Melalui Sementara, Barasuara berharap musik dapat menjadi teman bagi siapa saja yang tengah menghadapi kegagalan, kehilangan, atau situasi yang tidak berjalan sesuai rencana. Lagu ini menjadi pengingat bahwa setiap proses memiliki waktunya sendiri, dan di balik setiap kegagalan selalu ada peluang untuk tumbuh menjadi lebih kuat. Harapan itu pula yang menjadi langkah awal Barasuara menuju album keempat yang kini tengah mereka persiapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....