Mikha dan Rayi Memilih Jalan tengah

  • 21 Jul 2026 19:10 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi sekaligus aktris Mikha Tambayong kembali memperlihatkan sisi musikalnya melalui kolaborasi bersama Rayi Putra dalam single terbaru bertajuk "Jalan Tengah". Dirilis di bawah label MyMusic Records, lagu ini menghadirkan perspektif yang berbeda tentang sebuah perpisahan. Alih-alih menyoroti konflik besar atau pengkhianatan, "Jalan Tengah" mengangkat kisah dua insan yang saling mencintai, tetapi akhirnya menyadari bahwa cinta saja tidak selalu cukup untuk mempertahankan sebuah hubungan.

Lagu ini ditulis oleh Rayi Putra bersama Ankadiov dan Wizzy yang tergabung dalam RAW Music. Ketiganya menghadirkan narasi yang lebih dewasa tentang hubungan asmara, yakni ketika dua orang telah berusaha mempertahankan kebersamaan, namun perlahan memahami bahwa perbedaan karakter dan cara pandang membuat mereka sulit menemukan titik temu. Sudut pandang seperti ini masih jarang diangkat dalam lagu-lagu bertema perpisahan di industri musik Indonesia.

Perbedaan yang menjadi inti cerita bukanlah persoalan besar, melainkan hal-hal sederhana yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari selera hiburan hingga cara memandang kehidupan, seluruhnya perlahan membentuk jarak yang semakin sulit dijembatani. Meski tetap berusaha mempertahankan hubungan, kedua tokoh dalam lagu akhirnya menyadari bahwa memaksakan kebersamaan hanya akan menyisakan luka bagi masing-masing pihak.

Melalui "Jalan Tengah", Mikha dan Rayi ingin menyampaikan bahwa berakhirnya sebuah hubungan bukan berarti kegagalan. Terkadang, menerima kenyataan bahwa seseorang bukanlah pasangan yang tepat justru menjadi bentuk kasih sayang dan penghormatan terbesar terhadap hubungan yang pernah diperjuangkan bersama. Pesan inilah yang menjadikan lagu tersebut terasa lebih reflektif dan emosional tanpa harus tenggelam dalam kemarahan ataupun penyesalan.

Bagi Rayi Putra, "Jalan Tengah" merupakan representasi dari mature break-up song, yaitu lagu tentang perpisahan yang dibangun di atas penerimaan, bukan pertikaian. Sementara bagi Mikha Tambayong, proyek ini memiliki makna yang sangat personal. Ia mengungkapkan bahwa kolaborasi bersama Rayi merupakan sebuah full circle moment sekaligus mimpi yang akhirnya terwujud setelah hampir dua dekade. Saat masih berusia 13 tahun dan mengikuti ajang pencarian bakat pada 2008, Mikha pernah bertemu Rayi sebagai bintang tamu dan diam-diam berharap suatu hari dapat bernyanyi bersama. Harapan tersebut kini menjadi kenyataan melalui "Jalan Tengah".

Nuansa emosional lagu ini juga diperkuat melalui video musik yang disutradarai oleh Moedhalie. Dalam visualnya, Mikha dan Rayi digambarkan sebagai sepasang kekasih yang menikmati kebersamaan di sebuah taman. Namun, sebuah labirin kemudian memisahkan langkah mereka. Keduanya berjalan ke arah berbeda hingga akhirnya memahami bahwa mereka tidak sedang menuju tujuan yang sama. Ketika kembali bertemu, tidak ada pertengkaran ataupun air mata, melainkan senyuman dan salam perpisahan yang mencerminkan kedewasaan dalam menerima kenyataan.

"Jalan Tengah" menjadi pengingat bahwa tidak semua kisah cinta harus berakhir dengan permusuhan. Ada kalanya melepaskan justru menjadi bentuk cinta yang paling tulus ketika dua orang menyadari bahwa mereka tidak lagi berjalan menuju tujuan yang sama. Dengan kekuatan lirik yang intim, aransemen yang hangat, serta chemistry alami antara Mikha Tambayong dan Rayi Putra, lagu ini menawarkan pengalaman mendengarkan yang relevan bagi siapa saja yang pernah belajar berdamai dengan akhir sebuah hubungan. Single "Jalan Tengah" resmi tersedia di seluruh platform musik digital dan kanal YouTube Mikha Tambayong mulai 17 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....