Perubahan Pandangan tentang Pernikahan dalam Lagu-Lagu Taylor Swift
- 06 Jul 2026 14:54 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta – Penulis musik senior, Chris Willman, menyoroti bagaimana pernikahan musisi dunia Taylor Swift dengan atlet Travis Kelce di New York, Amerika Serikat, menjadi babak akhir dari perjalanan sekitar dua dekade penulisan lagu mengenai pernikahan oleh sang musisi. Analisis ini dipublikasikan dalam tulisan terbarunya di Variety.
Dilansir dari Antara, pada Minggu, 5 Juli 2026, Willman menunjukkan adanya transformasi atau perubahan pandangan yang cukup signifikan dari Taylor Swift mengenai cinta dan pernikahan melalui lirik-lirik lagu yang Ia rilis dari waktu ke waktu.
Pada masa awal kariernya, referensi Swift tentang pernikahan cenderung digambarkan secara kekanak-kanakan, manis, dan menawan. Hal tersebut dapat terlihat jelas dalam lagu hitnya yang bertajuk "Love Story" (2008).
Seiring berjalannya waktu, bayangan mengenai kekhawatiran menjadi sosok yang diabaikan mulai dituangkan melalui lagu seperti "Foolish One". Dalam lagu itu, Swift menuliskan lirik, "Aku akan mendapatkan tatapan rindumu tetapi dia akan mendapatkan cincinmu". Willman menilai lirik tersebut merefleksikan kedewasaan seorang penulis lagu pop yang mempersiapkan diri menghadapi realitas hidup.
| Baca juga: Taylor Swift Masuk Songwriters Hall of Fame |
Ketika usianya semakin bertambah dan kaya akan pengalaman, lirik-lirik lagu Swift bertransisi menuju refleksi hubungan jangka panjang yang lebih matang. Pada album Lover (2019), komitmen kuat dihadirkan lewat lagu "Lover" dan "Paper Rings". Namun, setelah itu Ia juga mengeksplorasi rasa takut dan kesedihan seputar pernikahan melalui lagu seperti "Illicit Affairs", "Champagne Problems", serta "Tolerate It".
Perubahan pandangan yang paling menonjol tampak pada album Midnights (2022). Lewat album ini, Swift seolah menegaskan posisinya sebagai perempuan mandiri yang tidak membutuhkan status pernikahan untuk hidup bahagia. Kritik terhadap gambaran ideal sebuah pernikahan tercermin dalam lagu pembuka "Lavender Haze". Bahkan, dalam lagu "You're Losing Me" (2023), Ia menulis lirik yang cukup emosional, "I wouldn't marry me either”.
Terakhir, lewat album The Tortured Poets Department (2024), yang dinilai sebagai karyanya yang paling jujur, Swift merangkum pasang surut ketertarikan, komitmen, hingga perpisahan. Sementara dalam album The Life of a Showgirl, pandangannya kembali diperbarui secara optimis. Hal ini ditegaskan dalam lirik lagu "Eldest Daughter" yang berbunyi, "Ketika saya mengatakan saya tidak percaya pada pernikahan, itu adalah kebohongan."
(Maria Angela Santa Natahsya Renggi - Universitas Bunda Mulia)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....