Bad Connection Tentang Seseorang yang Masih Mencari Alasan untuk Bertahan

  • 29 Jun 2026 16:30 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Usai merilis single "Relung Hati" bersama Yovie Widianto pada Februari 2026, Dinda Ghania kembali menunjukkan produktivitasnya sebagai solois muda melalui single terbaru bertajuk "Bad Connection", yang resmi dirilis pada 22 Juni 2026 di seluruh platform musik digital. Bersamaan dengan perilisan lagunya, video musik resmi "Bad Connection" juga tayang di kanal YouTube Dinda Ghania pada hari yang sama.

Tak sekadar menghadirkan karya baru, Dinda juga melibatkan dua musisi mancanegara dalam proses kreatif single ini. "Bad Connection" diciptakan sekaligus diproduseri oleh Josh Cumbee, produser dan komposer asal Amerika Serikat yang dikenal lewat berbagai karya pop internasional.

Secara tematik, "Bad Connection" mengangkat kisah seseorang yang berada dalam fase penyangkalan (denial) ketika hubungan yang dijalaninya mulai retak. Melalui lagu ini, Dinda menggambarkan kondisi ketika seseorang terus berusaha meyakinkan dirinya bahwa masalah yang terjadi hanyalah gangguan komunikasi sementara. Padahal, orang yang dicintainya perlahan mulai menjauh secara emosional.

Nuansa tersebut tergambar dalam lirik seperti "You pick up but never talk" dan "I call your name, I see your face but don't feel your affection", yang merepresentasikan situasi ketika seseorang masih hadir secara fisik, tetapi tidak lagi memberikan kehangatan maupun perhatian seperti sebelumnya.

"Pesan yang ingin aku sampaikan adalah pentingnya kejujuran dalam sebuah hubungan. Kalau memang ada masalah atau perasaan yang berubah, lebih baik dibicarakan secara terbuka daripada membiarkan seseorang terus bertanya-tanya dan menyalahkan keadaan," ujar Dinda Ghania dalam rilis yang diterima RRI, Senin, 29 Juni 2026.

Dari sisi musikalitas, "Bad Connection" hadir dalam balutan aransemen pop modern dengan sentuhan dance-pop dan nuansa teen pop yang ringan serta mudah dinikmati. Lagu ini diproduseri oleh Josh Cumbee, yang menghadirkan produksi musik matang dengan karakter yang segar dan relevan bagi pendengar muda.

Menariknya, Dinda Ghania sengaja menghadirkan kontras antara lirik yang sarat emosi dengan aransemen musik yang tetap catchy. Pendekatan tersebut dipilih agar pendengar dapat merasakan kedalaman cerita yang disampaikan tanpa kehilangan unsur hiburan, sehingga lagu ini tetap nyaman didengarkan berulang kali.

Melalui "Bad Connection", Dinda kembali menggunakan lirik berbahasa Inggris, sebagaimana beberapa karya yang telah ia rilis sebelumnya. Keputusan tersebut berangkat dari kebiasaannya sejak kecil mendengarkan musik dari berbagai negara, termasuk lagu-lagu berbahasa Inggris yang turut membentuk referensi dan warna musikalnya.

"Menurutku, bahasa adalah medium untuk bercerita, dan kadang ada istilah atau emosi yang terasa lebih natural kalau ditulis dalam bahasa Inggris," ujar Dinda Ghania.

Meski demikian, Dinda menegaskan bahwa dirinya akan terus berkarya dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris, bergantung pada karakter cerita yang ingin ia sampaikan melalui setiap lagunya.

"Kebetulan waktu menulis 'Bad Connection', aku merasa cerita dan kata-kata di dalam lagu ini bisa tersampaikan lebih kuat dalam bahasa Inggris. Jadi bukan karena aku lebih memilih satu bahasa dibanding bahasa lainnya, tetapi lebih menyesuaikan bahasa dengan cerita yang ingin aku sampaikan," kata Dinda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....