Marlina Shinta Tuangkan Pelajaran Tentang Cinta

  • 27 Jun 2026 12:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Di tengah derasnya arus musik independen yang terus melahirkan warna-warna baru, solois asal Depok, Marlina Shinta, memperkenalkan karya yang sarat karakter melalui EP debut bertajuk Darling Lessons. Setelah lebih dulu mencuri perhatian lewat single Love Custody, musisi muda ini kembali menghadirkan eksplorasi musikal yang berani sekaligus menawarkan sudut pandang baru tentang perjalanan emosional seorang perempuan.

Darling Lessons bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah rangkaian cerita yang dirangkai menjadi empat babak kehidupan. Melalui empat trek berjudul Good Girl, Mr. Rochester, Bony Face, dan True Beauty, Marlina menyampaikan refleksi mengenai relasi, identitas diri, hingga proses menerima kenyataan yang tak selalu berjalan sesuai harapan.

Secara musikal, EP ini mengusung nuansa neo-psikedelia yang dipadukan dengan riff gitar modern, sentuhan synthesizer yang bergelombang, serta warna gitar overdriven yang menghadirkan atmosfer hangat sekaligus gelap. Perpaduan tersebut menghasilkan karakter musik yang terdengar eksperimental, namun tetap mudah dinikmati. Identitas musikal Marlina semakin terasa melalui pendekatan penulisan lirik yang dipengaruhi semangat beat poetry, menghadirkan diksi yang puitis tanpa kehilangan kedekatan dengan pengalaman sehari-hari.

Tak hanya menawarkan pengalaman audio, Darling Lessons juga hadir dengan konsep visual yang kuat. Marlina mengambil inspirasi dari sosok Meiko Kaji, ikon film pinky violence asal Jepang yang dikenal sebagai representasi perempuan tangguh, berani melawan ketidakadilan, serta menantang stereotip gender. Referensi tersebut memperkuat identitas artistik EP ini sebagai karya yang mengangkat keberanian perempuan untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.

Melalui Darling Lessons, Marlina seolah menyusun kumpulan pelajaran bagi siapa saja yang pernah mengalami patah hati, keraguan, maupun pencarian jati diri. Setiap lagu menjadi ruang untuk berdialog dengan pendengarnya, mengajak mereka menerima kenyataan hidup tanpa harus kehilangan keberanian untuk melangkah. Pesan sederhana yang disampaikan melalui kalimat "It is what it is, girl" menjadi benang merah yang menyatukan keseluruhan karya ini.

Seluruh proses kreatif dalam EP ini juga menunjukkan kemandirian Marlina sebagai musisi independen. Ia terlibat langsung sebagai konseptor sekaligus penulis lirik, sementara proses produksi, aransemen, mixing, hingga mastering dipercayakan kepada Rumah Jurnalis Records. Kolaborasi tersebut menghasilkan karya yang memiliki identitas kuat tanpa kehilangan kualitas produksi yang matang.

Kehadiran Darling Lessons menjadi penanda penting dalam perjalanan karier Marlina Shinta. Di tengah industri musik yang semakin kompetitif, ia memilih membangun identitas melalui karya yang jujur, penuh eksplorasi, dan memiliki narasi yang kuat. Pendekatan tersebut menjadikan EP ini bukan hanya sebagai debut, tetapi juga sebuah pernyataan artistik mengenai arah musik yang ingin ia tempuh.

Dengan karakter musikal yang berbeda, konsep visual yang matang, serta lirik yang reflektif, Darling Lessons berpotensi menjadi salah satu rilisan independen yang layak mendapat perhatian. EP ini membuktikan bahwa musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang untuk menyampaikan gagasan, merayakan keberanian, dan mengajak pendengarnya belajar menerima setiap dinamika kehidupan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....