Hangover, Ode untuk Mimpi yang Bertahan

  • 26 Jun 2026 20:23 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Band rock asal Surabaya, Dandelions, kembali melanjutkan perjalanan musikalnya melalui perilisan single terbaru berjudul "Hangover". Lagu yang dirilis sebagai single kelima menuju album penuh bertajuk Kanan ini bukan sekadar menawarkan dentuman rock yang enerjik, tetapi juga menyuguhkan refleksi tentang mimpi, keraguan, dan keberanian untuk terus melangkah di tengah segala konsekuensinya.

Selama ini Dandelions dikenal dengan karakter musik yang memadukan rock n roll, blues, hard rock, dan psychedelic rock. Melalui "Hangover", mereka tetap mempertahankan identitas tersebut, namun menghadirkannya dalam balutan lagu yang terdengar ringan di telinga. Di balik aransemen yang santai, tersimpan pertanyaan mendalam tentang pilihan hidup: apakah seseorang masih akan mengejar mimpinya setelah memahami seluruh risiko yang harus dibayar?

Secara lirik, "Hangover" menggambarkan seseorang yang berada di antara realitas dan imajinasi. Dalam kondisi setengah sadar, lahirlah sebuah fantasi sederhana yang mungkin pernah dimiliki banyak orang, yakni menjadi seorang rockstar. Namun lebih dari sekadar mimpi panggung, lagu ini berbicara tentang keberanian mempertahankan idealisme ketika jalan yang ditempuh penuh ketidakpastian.

Vokalis Dandelions, Njet, menyebut "Hangover" sebagai pertanyaan yang mereka ajukan kepada diri sendiri sekaligus kepada para pendengar. Bagi mereka, setiap mimpi selalu membawa konsekuensi, pengorbanan, dan rasa ragu. Justru di titik itulah seseorang diuji, apakah tetap memilih melanjutkan perjalanan atau menyerah sebelum tujuan tercapai. Pesan tersebut menjadi inti dari lagu yang terasa personal sekaligus relevan bagi siapa saja yang sedang memperjuangkan cita-citanya.

Dari sisi musikal, Dandelions menghadirkan perpaduan groove blues dan rock n roll yang hangat, diperkaya harmoni vokal Mariska Setiawan dan Maria Angeladhani. Kolaborasi tersebut melahirkan nuansa yang nostalgik tanpa kehilangan energi khas rock. Seluruh proses produksi dikerjakan secara mandiri, mulai dari rekaman di Nadamusika Studio hingga tahap mixing oleh Edi Hazt dan mastering oleh Indra Qadarsih, musisi senior yang telah lama dikenal di industri musik Indonesia.

Tidak hanya dari sisi musik, Dandelions juga menjaga konsistensi identitas visual mereka. Untuk artwork single, band ini kembali bekerja sama dengan seniman asal Surabaya, Rakhmad Dwi Septian, yang sebelumnya turut membangun karakter visual pada karya-karya terdahulu. Kesinambungan tersebut memperlihatkan keseriusan Dandelions dalam membangun identitas artistik yang utuh, baik dari sisi audio maupun visual.

Melalui "Hangover", Dandelions tidak hanya merilis sebuah lagu baru, tetapi juga menyampaikan potret jujur tentang perjalanan band independen yang terus menjaga mimpinya tetap hidup. Di balik setiap nada dan liriknya, tersimpan pesan bahwa keraguan adalah bagian dari perjalanan, bukan alasan untuk berhenti. Dengan karakter musik yang semakin matang dan pesan yang dekat dengan realitas banyak orang, "Hangover" menjadi bukti bahwa Dandelions terus berkembang tanpa kehilangan jati dirinya sebagai salah satu band rock independen yang patut diperhitungkan di Tanah Air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....