SZA Kecam Keras Pelatihan AI Pakai Lagunya
- 24 Jun 2026 18:31 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi R&B ternama asal Amerika Serikat, SZA, baru-baru ini meluapkan kemarahan besar setelah mengetahui ratusan karya musiknya digunakan secara ilegal tanpa izin untuk melatih teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Melalui sebuah unggahan di fitur Instagram Stories pribadinya, pelantun lagu hit ‘Kill Bill’ tersebut membagikan bukti tangkapan layar berupa hasil pencarian dari sebuah pusat data (database) musik AI. Data tersebut menunjukkan secara gamblang bahwa ada sekitar 238 lagu miliknya yang telah dimasukkan ke dalam dataset pelatihan mesin tiruan tersebut.
SZA menuliskan kekesalannya dengan membeberkan fakta bahwa dari ratusan nomor lagu yang dicuri tersebut, beberapa di antaranya merupakan materi rekaman sensitif yang bahkan belum pernah dirilis secara resmi ke publik.
Sang solois juga mengecam keras rekan sesama musisi yang memilih untuk mendukung pemanfaatan teknologi generatif ini di industri musik global. Bagi SZA, sama sekali tidak ada alasan moral maupun profesional yang dapat membenarkan tindakan eksploitasi karya cipta orang lain secara sepihak demi kepentingan pengembangan teknologi robotik.
Kritik tajam yang dilayangkan oleh SZA ini bukanlah hal yang pertama kali terjadi. Ia menilai bahwa arah perkembangan industri AI saat ini sangat merugikan para pekerja seni, terutama bagi komunitas musisi kulit hitam.
SZA menyoroti bahwa rumpun musik dari komunitas tersebut sering kali dieksploitasi secara tidak proporsional oleh para pengembang teknologi. Menurut pandangannya, keberadaan AI justru memicu krisis kreativitas global yang masif dan hanya menghasilkan tiruan musik yang stereotipikal tanpa adanya rasa hormat terhadap hak cipta.
Dampak buruk dari praktik ini dinilai sangat merugikan karena tidak memberikan kredit kepemilikan formal maupun keuntungan finansial bagi para artis aslinya. SZA menegaskan bahwa hak kekayaan intelektual seorang seniman harus dilindungi dari penjarahan digital yang berkedok inovasi modern.
Gelombang protes dari sang diva ini langsung memicu dukungan luas dari para penggemar dan aktivis hak cipta di seluruh dunia yang mendesak adanya regulasi ketat serta perlindungan hukum yang lebih kuat terhadap karya seni otentik manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....