Dari Tukang Jualan Rumah, Amar RS Sukses Jadi Seniman Pantomim
- 22 Jun 2026 14:27 WIB
- Jakarta
RRI. CO. ID, JAKARTA – Seni pantomim di Indonesia mungkin jarang tersorot lampu kamera utama, namun bagi Amar RS (38), seni tanpa kata ini adalah napas hidup dan sumber penghidupan yang menjanjikan. Pria bernama asli Muammar Rafya Sufis ini telah membuktikan bahwa dedikasi pada hobi dapat bertransformasi menjadi profesi profesional yang membanggakan.
Perjalanan Amar di dunia seni dimulai saat ia mengenyam pendidikan di sebuah pesantren di Tasikmalaya. Di sana, ia bergabung dengan Sanggar Seni Kobong dan mempelajari berbagai kesenian, mulai dari gamelan hingga teater tubuh. Pengalaman inilah yang menjadi fondasi kuat bagi kariernya di masa depan.
Meninggalkan Dunia Marketing demi Seni
Sebelum memantapkan diri sebagai seniman pantomim pada tahun 2008, Amar sempat mencicipi dunia korporat sebagai tenaga marketing di Megapolitan Cinere. Ia terbiasa memasarkan hunian mewah dengan harga miliaran rupiah. Namun, ia merasa ada ketidakcocokan antara dunia yang ia jalani dengan realitas sosial di sekelilingnya.
"Waktu itu klien saya orang-orang kaya, sementara teman-teman saya kebanyakan tukang ojek pangkalan. Saya merasa ranah saya bukan di sana," kenang Amar kepada RRI Jakarta, Minggu 21 Juni 2026.
Keputusannya untuk pindah ke Jakarta dan bergabung dengan rekan-rekan seniman dari Dufan menjadi titik balik hidupnya. Ia mulai tampil dari mal ke mal dan membangun reputasi sebagai seniman pantomim profesional.
Pantomim sebagai Fondasi Keaktoran
Bagi Amar, pantomim bukan sekadar hiburan jenaka, melainkan dasar dari segala seni peran. Ia menekankan bahwa banyak aktor dan sutradara besar yang mengawali karier mereka dengan mempelajari pantomim.
"Dasar keaktoran itu adalah pantomim. Bahkan di dunia film pun, kemampuan ini sangat dibutuhkan. Salah satu rekan saya, misalnya, menjadi body actor untuk karakter robot di film Pelangi di Mars karena latar belakang pantomimnya," jelas Amar. Hal ini memperkuat keyakinannya bahwa pantomim memiliki potensi ekonomi yang sangat bagus dan dapat membantu perekonomian keluarga.
Mencetak Generasi Baru di Sekolah-Sekolah
Kini, Amar tidak hanya tampil di atas panggung, tetapi juga aktif membagikan ilmunya di dunia pendidikan. Saat ini, ia mengajar ekstrakurikuler pantomim di sekitar 15 hingga 20 sekolah, terutama saat memasuki musim perlombaan seperti FLS2N. Pada hari-hari biasa, ia tetap konsisten membina setidaknya 10 sekolah.
"Banyak anak murid saya yang sekarang sudah menjadi partner kerja saya di atas panggung," ujarnya bangga.
Harapan Amar sederhana namun mendalam: ia ingin masyarakat dan generasi muda melihat pantomim sebagai ladang ekonomi yang produktif sekaligus wadah ekspresi yang luhur. Di tengah gempuran tren modern, Amar RS tetap setia dengan wajah putih dan gerak tubuhnya, membuktikan bahwa pesan paling dalam seringkali tersampaikan tanpa perlu satu patah kata.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....