Alif Fakod, Musisi Muda Penggerak Popularitas Sape Dayak
- 09 Jun 2026 07:36 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Alif Fakod dikenal sebagai salah satu musisi muda asal Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang konsisten memperkenalkan alat musik tradisional Sape kepada masyarakat luas. Dengan sentuhan konsep modern, ia berhasil menghadirkan warna baru pada musik tradisional Dayak sehingga lebih dekat dengan kalangan anak muda.
Kecintaan Alif terhadap musik sebenarnya sudah tumbuh sejak masa sekolah. Saat itu ia aktif bermain band dan menguasai alat musik gitar. Ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, ia memilih jurusan Etnomusikologi di ISBI Kalimantan Timur karena ingin mendalami dunia musik. Namun, tanpa disangka, jurusan tersebut justru membawanya lebih dekat dengan musik tradisional.
Dalam wawancara di program siaran Sore Ceria radio RRI Pro2 2 FM Jakarta pada Senin, 8 Juni 2026 bersama penyiar Fajar dan Desi, Alif menceritakan awal perjalanannya. "Dulu saya memang suka musik sejak sekolah, suka ngeband dan main gitar. Waktu mau kuliah, saya cari jurusan yang ada musiknya. Akhirnya masuk Etnomusikologi di ISBI Kalimantan Timur. Ternyata yang dipelajari itu musik tradisional. Awalnya seperti tidak sengaja masuk ke dunia itu, tapi lama-kelamaan justru jatuh cinta dengan musik tradisional," ujarnya.
Perjalanan Alif mengenal Sape pun berawal dari ketertarikannya pada alat musik petik. Menurutnya, Sape memiliki kemiripan dengan gitar dalam cara memainkannya. "Awalnya saya belajar dari teman-teman dan senior di kampus. Karena sama-sama alat musik petik, saya lebih mudah beradaptasi. Dari situ saya semakin tertarik untuk mendalaminya," kata Alif.
Nama Alif semakin dikenal setelah aktif membuat konten di media sosial. Ia rutin mengaransemen dan meng-cover lagu-lagu yang sedang viral menggunakan Sape. Tak disangka, respons masyarakat sangat positif.
"Saya coba bikin konten lagu-lagu yang lagi populer pakai Sape. Ternyata banyak yang suka dan videonya ramai ditonton. Bahkan responsnya lebih besar dibanding saat saya membuat konten dengan gitar," ucapnya.
Dedikasi Alif dalam melestarikan budaya membawanya ke berbagai panggung bergengsi. Setelah mengikuti audisi, ia terpilih menjadi bagian dari Gita Bahana Nusantara dan tampil di Istana Negara pada peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2022. Selain itu, ia juga dipercaya tampil dalam ajang internasional seperti KTT G20 Indonesia dan World Water Forum, membuktikan bahwa alat musik tradisional Dayak mampu mendapat tempat di panggung nasional maupun dunia.
Tak hanya berkarya sebagai musisi, saat ini Alif aktif menjadi dosen Etnomusikologi di kampus tempat ia belajar dulu. Alif juga mengembangkan usaha pembuatan alat musik Sape melalui AF Ethnic. Berawal dari membuat Sape untuk kebutuhan pribadi, kini hasil karyanya telah diminati berbagai kalangan dan dipesan oleh sejumlah sekolah. Melalui karya, pendidikan, dan media sosial, Alif terus berupaya menjaga eksistensi Sape agar tetap hidup dan dicintai generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....