Pantai Wika: Tempat Sederhana untuk Menikmati Bahagia

  • 08 Jun 2026 21:10 WIB
  •  Jakarta

RRI. CO. ID, JAKARTA - Sore itu, langit Pantai Wika Kalibaru perlahan berubah warna. Cahaya keemasan matahari yang mulai turun ke ufuk barat memantul di permukaan laut, menciptakan pemandangan sederhana yang mampu mengundang siapa saja untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan kota.

Di tepian pantai, suara tawa anak-anak terdengar bersahutan. Mereka berlarian, berenang, dan bermain air dengan penuh kegembiraan. Sesekali, sorak-sorai pecah ketika beberapa warga melemparkan uang koin maupun uang kertas ke laut. Dengan cekatan, anak-anak itu berlomba menyelam dan berenang untuk mendapatkan uang yang jatuh ke permukaan air.

Menurut Ilyas warga Cilincing, mungkin itu hanya permainan kecil. Namun bagi anak-anak pesisir, momen tersebut menjadi hiburan yang menghadirkan kegembiraan yang sulit digantikan.

"Tidak ada wahana mewah, tidak ada tiket masuk yang mahal. Yang ada hanyalah laut, tawa, dan kebersamaan, " ujar Ilyas, Minggu, 7 Juni 2026.

Pantai Wika kini menjadi ruang rekreasi yang hidup bagi warga Kalibaru dan sekitarnya. Setiap akhir pekan atau hari libur, kawasan ini dipenuhi keluarga yang datang untuk menikmati suasana pantai sambil menunggu tenggelamnya matahari.

Orang tua duduk bercengkerama, para remaja mengabadikan senja dengan telepon genggam mereka, sementara anak-anak menikmati kebebasan bermain di alam terbuka.

Menariknya, kawasan yang kini ramai dikunjungi itu menyimpan cerita masa lalu yang berbeda. Dahulu, area tersebut kerap dikenal sebagai lokasi tawuran antar remaja. Namun seiring berjalannya waktu, wajah Pantai Wika perlahan berubah. Kehadiran warga yang memanfaatkan pantai sebagai tempat berkumpul dan beraktivitas positif membuat kawasan itu menjadi lebih ramah dan nyaman.

Meski demikian, harapan warga terhadap Pantai Wika masih cukup besar. Mereka ingin kawasan ini berkembang menjadi destinasi wisata pesisir yang lebih baik.

Kondisi jalan menuju lokasi yang sebagian konbloknya hilang akibat pencurian masih menjadi keluhan. Pada malam hari, penerangan jalan juga dinilai belum memadai. Belum lagi persoalan tempat sampah yang jumlahnya masih terbatas sehingga kebersihan kawasan kerap menjadi tantangan tersendiri.

Namun di balik segala kekurangan itu, Pantai Wika tetap memiliki daya tarik yang sulit ditemukan di tempat lain. Di sini, kebahagiaan hadir dalam bentuk yang sederhana.

Dalam tawa anak-anak yang berenang mengejar koin, dalam percakapan hangat keluarga yang menikmati semilir angin laut, dan dalam keindahan matahari yang perlahan tenggelam di ufuk Jakarta Utara.

Pantai Wika bukan sekadar hamparan pesisir. Ia adalah ruang harapan, tempat warga menemukan hiburan sederhana sekaligus menyimpan impian agar suatu hari nanti kawasan ini menjadi destinasi kebanggaan masyarakat pesisir Cilincing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....