Peabo Bryson Tinggalkan Jejak Emas Musik Dunia

  • 04 Jun 2026 13:37 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Nama Peabo Bryson pernah menjadi denyut halus dalam banyak kisah cinta di layar lebar. Lagunya sangat populer di Indonesia, terutama “Beauty and the Beast” hingga “A Whole New World”.

Kini, suara itu berhenti. Pada usia 75 tahun, penyanyi R&B legendaris itu meninggal dunia setelah mengalami stroke. Kepergiannya bukan hanya menutup sebuah perjalanan karier, tetapi juga mengakhiri era emas duet romantis yang membentuk ingatan kolektif jutaan pendengar di seluruh dunia.

Di balik popularitasnya sebagai ikon Disney, Bryson menyimpan kisah panjang tentang industri musik, perjuangan R&B lintas dekade, hingga dinamika industri yang sering kali tidak memberi panggung setara bagi para balladeer seperti dirinya.

Dari Suara Gereja Pamannya ke Panggung Dunia

Di Greenville, Carolina Selatan, Amerika Serikat, tahun 1950-an, seorang anak laki-laki tumbuh dengan suara yang kelak mengisi jutaan ruang keluarga di seluruh dunia. Ia adalah Robert Peapo Bryson, yang kemudian dikenal sebagai Peabo Bryson.

Ia lahir pada 13 April 1951 dan tumbuh dalam lingkungan musik yang kuat. Kariernya dimulai jauh sebelum dunia mengenalnya sebagai ikon Disney. Ia memulai langkah profesionalnya saat masih remaja, bergabung dengan grup musik Moses Dillard and the Tex-Town Display pada 1970-an.

Pada masa itu, industri musik Amerika sedang mengalami transisi besar. Soul, funk, dan R&B berkembang pesat, namun belum banyak artis yang mampu menembus pasar pop global secara konsisten.

Debut albumnya, “Peabo” (1976), menandai awal perjalanan panjangnya di industri musik profesional. Ia menulis sebagian besar lagunya sendiri, sebuah langkah yang menunjukkan kontrol artistik yang kuat di era ketika banyak penyanyi masih bergantung pada produser.

Sosok di Balik Suara Romantis Dunia

Peabo Bryson dikenal sebagai salah satu “balladeer” terbaik dalam sejarah R&B modern. Ia bukan sekadar penyanyi, tetapi bagian dari generasi yang membentuk standar baru untuk lagu-lagu cinta.

Dalam catatan CBS News, Bryson disebut sebagai musisi dengan “decades-long career in R&B, soul and adult contemporary music,” yang menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam musik lintas genre.

Ia kemudian bekerja sama dengan sejumlah nama besar, termasuk Roberta Flack, Natalie Cole, hingga Celine Dion dan Regina Belle.

Kolaborasi dengan Roberta Flack menghasilkan lagu “Tonight, I Celebrate My Love”, yang menjadi salah satu lagu cinta paling dikenal pada 1980-an.

Namun, puncak pengakuan global datang ketika ia terlibat dalam proyek musik Disney pada awal 1990-an.

Ketika Disney Mengubah Segalanya

Titik balik terbesar dalam karier Bryson terjadi pada awal 1990-an. Dunia musik sedang memasuki era baru: soundtrack film menjadi bagian penting industri hiburan global.

Pada 1991, ia berduet dengan Celine Dion untuk lagu “Beauty and the Beast” dari film animasi Disney. Setahun kemudian, ia kembali mengguncang dunia dengan “A Whole New World” bersama Regina Belle dalam film “Aladdin”.

Dua lagu itu bukan sekadar hits. Keduanya memenangkan Grammy Awards dan mengubah Bryson menjadi wajah tak terduga dari musik Disney modern.

Dalam sebuah wawancara yang dikutip Variety, Bryson pernah mengatakan bahwa “Disney songs don’t come with a manual,” dan bahwa setiap penyanyi harus “make it yours”.

Suara yang Tidak Benar-Benar Pergi

Peabo Bryson telah pergi, tetapi jejaknya tetap hidup dalam setiap nada yang pernah ia nyanyikan.

Dari panggung kecil R&B hingga panggung global Disney, ia membuktikan bahwa suara dapat melampaui batas negara, bahasa, dan generasi.

Dan seperti lirik-lirik cinta yang ia nyanyikan selama puluhan tahun, warisannya tidak akan pernah benar-benar berakhir.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....