Roxette, Melodi Kenangan Sepanjang Masa di Kilau Kenangan RRI

  • 01 Jun 2026 11:05 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Lagu-lagu yang baik tidak hanya enak didengar, tetapi juga mampu menyimpan kenangan. Itulah yang terasa dalam program Kilau Kenangan yang mengudara melalui RRI Pro 1 Jakarta, RRI Digital Kanal Kenangan, dan DAB+ pada 31 Mei 2026. Dipandu oleh penyiar Ika Damayanti, siaran malam itu mengajak pendengar menelusuri perjalanan karier Roxette, duo legendaris asal Swedia yang karya-karyanya masih dicintai hingga kini.

Pemilihan tema Roxette bukan tanpa alasan. Siaran ini bertepatan dengan momen kelahiran mendiang Marie Fredriksson, vokalis yang bersama Per Gessle membentuk salah satu duo pop paling sukses di dunia. Melalui obrolan hangat dan deretan lagu hits, pendengar diajak kembali ke masa ketika "The Look", "Listen To Your Heart", "It Must Have Been Love", hingga "Spending My Time" menjadi soundtrack kehidupan banyak orang.

Dalam ulasannya, Ika Damayanti mengisahkan bagaimana Roxette memulai langkah dari kota kecil Halmstad, Swedia. Sebelum bersatu sebagai duo, Marie Fredriksson dikenal sebagai penyanyi solo berbakat, sementara Per Gessle merupakan penulis lagu yang produktif. Kolaborasi keduanya melahirkan album Pearls of Passion pada 1986 dan menjadi fondasi perjalanan mereka menuju panggung musik dunia.

Salah satu cerita yang menarik perhatian pendengar adalah kisah sukses lagu "The Look". Lagu yang awalnya tidak dipersiapkan untuk pasar Amerika Serikat itu justru meledak setelah seorang mahasiswa pertukaran membawa albumnya ke sebuah stasiun radio di Minneapolis. Dari sana, lagu tersebut menyebar ke berbagai radio lain dan akhirnya menembus posisi puncak Billboard Hot 100. Kisah itu menjadi bukti bahwa musik yang kuat mampu menemukan jalannya sendiri menuju hati pendengar.

Tak kalah berkesan, pembahasan mengenai "Listen To Your Heart" dan "It Must Have Been Love" mengingatkan kembali pada kekuatan Roxette dalam menyampaikan emosi melalui musik. Lagu-lagu tersebut bukan hanya mencatat prestasi di berbagai tangga lagu internasional, tetapi juga menjadi teman bagi banyak orang saat mengalami cinta, kehilangan, maupun harapan. Keberhasilan soundtrack film Pretty Woman bahkan membuat "It Must Have Been Love" menjadi salah satu lagu cinta paling ikonik sepanjang masa.

Interaksi pendengar menjadi warna tersendiri dalam siaran malam itu. Ibu Dely dari Depok mengaku selalu teringat film Pretty Woman setiap mendengar "It Must Have Been Love". Sementara Bapak Aries dari Bekasi berbagi cerita bahwa lagu "Joyride" kerap diputar saat bepergian bersama istrinya karena membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan. Di sisi lain, Ibu Lili dari Klender mengenang masa remajanya yang ditemani lagu-lagu Roxette, sedangkan Bapak Seno dari Jakarta Timur mengenang masa ketika ia sering mengirim salam untuk kekasih melalui radio sambil meminta lagu "Fading Like A Flower".

Menjelang akhir acara, pendengar diajak mengenang salah satu karya terakhir Marie Fredriksson bersama Roxette melalui lagu "Piece of Cake". Lagu yang direkam pada 2016 dan dirilis setelah wafatnya Marie itu menjadi simbol perpisahan yang penuh makna bagi para penggemar. Meski bukan lagu yang mendominasi tangga lagu dunia, karya tersebut dianggap sebagai salah satu rilisan paling emosional dalam perjalanan panjang Roxette.

Melalui Kilau Kenangan, Ika Damayanti tidak hanya menghadirkan deretan lagu lawas, tetapi juga membuka kembali lembaran memori yang tersimpan dalam setiap nada. Roxette membuktikan bahwa musik yang lahir dari kejujuran perasaan akan selalu hidup melampaui zaman. Generasi boleh berganti, tetapi lagu-lagu yang pernah menyentuh hati akan selalu menemukan pendengarnya kembali.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....