Menanam Harapan lewat Nada Optimis

  • 26 Mei 2026 18:31 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Grup musik SMARAI kembali menunjukkan keseriusannya di industri musik dengan merilis album perdana bertajuk “Semai”. Album yang berisi sembilan lagu ini menjadi langkah penting perjalanan mereka setelah sebelumnya memperkenalkan diri lewat single “Ajari Aku” pada 2025. Tidak sekadar kumpulan lagu, “Semai” hadir sebagai representasi perjalanan hidup, tentang harapan, luka, keberanian, dan proses tumbuh yang dialami banyak orang.

Nama “Semai” dipilih bukan tanpa makna. Bagi SMARAI, album ini menjadi simbol awal pertumbuhan sekaligus pijakan untuk memperkenalkan identitas mereka secara lebih utuh kepada pendengar. Dhedot Dedy Riyono menyebut album tersebut sebagai bentuk komitmen bahwa SMARAI hadir bukan sekadar proyek sesaat, melainkan grup musik yang serius membangun karya sejak awal terbentuk.

Dalam album ini, lagu “Optimis” dipilih sebagai single kedua sekaligus lagu andalan. Lagu ciptaan Agib Tanjung tersebut membawa nuansa reflektif yang perlahan berkembang menjadi klimaks emosional yang membangkitkan semangat. “Optimis” bercerita tentang perjuangan menghadapi kegagalan, rasa lelah, dan tekanan hidup, namun tetap memilih untuk melangkah dengan keberanian.

Agib Tanjung menjelaskan bahwa lagu tersebut sengaja dibuat dekat dengan kehidupan banyak orang. Tema yang diangkat tidak hanya soal percintaan, tetapi juga persoalan keluarga, karier, ekonomi, hingga tekanan sosial yang berpengaruh pada kesehatan mental. Karena itu, SMARAI merasa “Optimis” akan selalu relevan dengan kehidupan sehari-hari dan diharapkan mampu menjadi penyemangat bagi para pendengarnya.

Menariknya, perilisan “Optimis” tidak hanya dikemas dalam bentuk video klip, tetapi juga film pendek. Disutradarai Bagoes Kresnawan, film tersebut mengangkat kisah seorang guru honorer bernama Abdul yang harus bertahan di tengah tekanan ekonomi dan kerasnya kehidupan. Mulai dari tunggakan uang kos, perjuangan menuju sekolah, hingga kehilangan keharmonisan rumah tangga, seluruh konflik dihadirkan secara dekat dan emosional.

Namun di tengah keterpurukan itu, Abdul kembali menemukan alasan untuk bertahan ketika melihat semangat belajar murid-muridnya. Pesan sederhana tetapi kuat inilah yang menjadi inti dari “Optimis”: harapan bisa muncul bahkan di titik paling rendah kehidupan seseorang. SMARAI memilih merilis film pendek tersebut tepat pada Hari Pendidikan Nasional sebagai bentuk penghormatan bagi para tenaga pendidik yang terus berjuang dalam keterbatasan.

Di balik karya mereka, para personel SMARAI juga datang dari latar belakang yang beragam. Dhedot masih aktif bersama Letto, Agib dikenal sebagai jurnalis dan session player, sementara Bagoes Kresnawan aktif sebagai sutradara film dan founder GAS.ID. Kolaborasi pengalaman berbeda itulah yang membuat SMARAI terasa kaya, baik dari sisi musikalitas maupun konsep visual.

Sejak kemunculan mereka, SMARAI juga aktif membangun kedekatan dengan pendengar melalui berbagai aktivasi kreatif, baik online maupun offline. Mulai dari konten “Main Bareng”, drama pendek, hingga pentas musik kolektif “Pentasore” yang digelar saat Ramadan 2026. Semua itu memperlihatkan bahwa SMARAI tidak hanya ingin dikenal lewat lagu, tetapi juga lewat semangat berkarya dan tumbuh bersama para penikmat musiknya.

Semoga “Optimis” bukan hanya menjadi judul lagu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa di tengah kerasnya hidup, selalu ada ruang untuk kembali tumbuh, melangkah, dan percaya bahwa harapan belum pernah benar-benar padam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....