WR Supratman dan Sejarah Jazz Hindia Belanda di JazzyVibes RRI

  • 24 Mei 2026 11:10 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Wage Rudolf Soepratman ternyata pernah aktif dalam kelompok musik modern bernama Black and White Jazz Band di Makassar pada awal 1920-an.
  • WR Supratman dikenal sebagai pemain biola yang terpengaruh perkembangan musik Barat modern di era Hindia Belanda sebelum akhirnya menjadi komponis nasional dan wartawan pergerakan.
  • Lagu Indonesia Raya pertama kali diperdengarkan secara instrumental menggunakan biola pada Kongres Pemuda II tahun 1928 dan menjadi simbol lahirnya semangat persatuan bangsa Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Program “JazzyVibes” kembali hadir menyapa pendengar pada Sabtu, 23 Mei 2026, pukul 21.00 hingga 24.00 WIB melalui RRI Jazz Channel dan relay di 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta. Program yang dipandu penyiar Lia Kusumawardani ini menghadirkan pembahasan mengenai sosok Wage Rudolf Soepratman dari sudut pandang musik modern dan sejarah perkembangan jazz di Hindia Belanda.

Dalam siaran tersebut, Lia mengajak pendengar melihat perjalanan musikal WR Supratman yang selama ini lebih dikenal sebagai pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya. Pendengar diajak memahami bagaimana Soepratman muda pernah dekat dengan perkembangan musik Barat modern yang masuk ke Hindia Belanda pada awal 1920-an.

Lia Kusumawardani, Penyiar RRI Jazz Channel. (Foto: RRI)

Program ini juga mengulas keberadaan kelompok musik Black and White Jazz Band yang didirikan WR Supratman bersama kakak iparnya, Willem Maurits van Eldik, di Makassar. Grup tersebut disebut menjadi salah satu gambaran perkembangan budaya populer modern di kota pelabuhan Hindia Belanda pada masa itu.

Dalam pembahasannya, JazzyVibes menyoroti bahwa status WR Supratman sebagai “musisi jazz” masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan musik. Pada era 1920-an, istilah “jazz band” digunakan secara luas untuk berbagai kelompok musik modern yang memainkan ragtime, foxtrot, maupun musik dansa populer lainnya.

Selain membahas sejarah musik, program ini juga mengangkat perjalanan hidup WR Supratman sebagai pemain biola, wartawan, hingga pencipta lagu Indonesia Raya yang pertama kali dimainkan secara instrumental menggunakan biola dalam Kongres Pemuda II tahun 1928 di Batavia.

Lia Kusumawardani mengatakan, JazzyVibes tidak hanya menghadirkan musik jazz sebagai hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat hubungan musik dengan sejarah, budaya, dan perjalanan bangsa Indonesia.

“Kadang musik bukan hanya hiburan. Musik bisa menjadi bagian dari perubahan zaman, menjadi ruang pertemuan budaya, dan pada akhirnya menjadi bagian dari lahirnya identitas sebuah bangsa,” ujar Lia dalam siaran tersebut.

Selama tiga jam, JazzyVibes menghadirkan berbagai pilihan musik jazz mulai dari klasik, contemporary, soulful, hingga lagu-lagu bernuansa santai untuk menemani akhir pekan pendengar.

Program JazzyVibes dapat didengarkan melalui receiver DAB+, aplikasi RRI Digital di channel RRI Jazz Channel, serta melalui 91,2 FM RRI Pro 1 Jakarta.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....