Dongeng Si Ular, Kelinci dan Rubah, Ruang Ekspresi Tiga Seniman Perempuan Muda

  • 24 Mei 2026 09:28 WIB
  •  Jakarta
Poin Utama
  • Setiap warna, garis, dan bentuk, selalu ada cerita manusia tentang rasa, kehilangan, cinta, dan harapan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pameran seni bertajuk “Dongeng Si Ular, Kelinci dan Rubah” menghadirkan karya-karya personal dari tiga seniman perempuan muda yang tergabung dalam (ini) Seni Geni. Melalui pendekatan visual yang intim dan reflektif, pameran ini menjadi ruang perjumpaan antara emosi, pengalaman hidup, dan pencarian jati diri. Ketiga seniman menghadirkan perspektif berbeda tentang kehidupan, namun saling terhubung dalam satu ruang perasaan yang hangat dan penuh makna.

Nabila Aqmar Syarany Djukardi menghadirkan karya bertajuk “Malam di Balik Mata” dengan simbol Ular sebagai representasi dirinya yang dekat dengan keheningan malam. Melalui perpaduan teknik sulam dan lukisan, ia mencoba mengungkap rahasia dan perasaan yang selama ini tersembunyi dalam gelap. Sementara itu, Alya Gentiano Bariyanto memilih karakter Kelinci lewat karya visual “Please! Come to My Birthday Party!” yang dipenuhi warna-warni cerah dan menggambarkan kenangan masa kecil serta kebahagiaan sederhana dalam suasana pesta ulang tahun anak-anak.

Pameran berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Kandank Jurank Creative Park dan terbuka untuk umum. (Oetari)

Berbeda dengan dua rekannya, Noachbriantte Zwezda Sutomo menampilkan diorama berjudul “The Forest that has been Hidden Within”. Karya berbentuk lemari berpintu kaca terbuka itu menggambarkan perjalanan batin melalui empat karakter tanah liat berwarna putih alami yang mewakili rasa bahagia, lelah, suka menggerutu, dan kesedihan. Ketiga seniman yang sama-sama berasal dari Erudio School of Arts ini menunjukkan bagaimana latar pendidikan yang sama dapat berkembang menjadi bahasa visual yang unik dan saling melengkapi.

Pameran berlangsung pada 9–10 Mei 2026 di Kandank Jurank Creative Park dan terbuka untuk umum. Selain menjadi ajang apresiasi seni, kegiatan ini juga diharapkan menjadi ruang dialog kreatif bagi masyarakat, komunitas seni, hingga kolektor. “Melalui pameran ini, kami ingin mengajak pengunjung melihat bahwa di balik setiap warna, garis, dan bentuk, selalu ada cerita manusia tentang rasa, kehilangan, cinta, dan harapan,” ungkap perwakilan penyelenggara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....