Paris Paloma Rilis Lagu Baru Stem the Flow
- 22 Mei 2026 10:39 WIB
- Jakarta
RRI.CO.ID, Jakarta - Penyanyi sekaligus pencipta lagu berbakat asal Inggris, Paris Paloma, kembali menyapa penikmat musik global lewat peluncuran singel teranyarnya yang bertajuk ‘Stem the Flow’. Tidak hanya merilis audio, karya terbaru ini juga diluncurkan bersamaan dengan video musik berkonsep sinematik yang digarap oleh sutradara Katya Ganfeld. Dalam visualisasi klip tersebut, musisi muda ini turut melibatkan musisi Jim Molyneux pada drum dan George Cowley pada gitar.
Kehadiran tembang ‘Stem the Flow’ ini dipersiapkan sebagai kelanjutan estafet dari karya terdahulunya, ‘Miyazaki’, yang sempat mengudara pada bulan Maret lalu. Proses kreatif penulisan hingga produksi lagu ini dikerjakan langsung oleh Paris Paloma dengan berkolaborasi bersama produser Justin Glasco. Kerja sama keduanya berhasil melahirkan sebuah komposisi musik yang sarat akan luapan emosi intens, memadukan instrumentasi megah namun tetap menyisipkan sisi kerapuhan yang menyentuh.
Sisi melankolis dan kedalaman atmosfer dalam lagu ini semakin diperkuat oleh keterlibatan para musisi latar yang andal. Justin Glasco tidak hanya bertindak sebagai produser, tetapi juga multi-instrumentalis yang mengisi sektor gitar, bass, drum, hingga keyboard. Sementara itu, gesekan instrumen violin dan viola dari Eleonore Denig turut menyempurnakan aransemen, sehingga menghasilkan sebuah karya yang terasa sangat intim, emosional, sekaligus penuh dengan pergolakan batin.
Dalam sebuah sesi wawancara mendalam bersama Jack Saunders, Paloma membeberkan bahwa inspirasi utama di balik penciptaan lagu ini bersumber dari konflik internal dirinya. Ia mengungkapkan bagaimana sulitnya melepaskan keterikatan emosional masa lalu, khususnya yang berkaitan dengan dilema pemberian maaf dalam sebuah hubungan personal. Untaian lirik di dalamnya menggambarkan situasi batin seseorang yang terjebak di tengah ruang hampa, di mana ia tidak sanggup memaafkan sepenuhnya namun enggan untuk menaruh benci.
Lebih lanjut, musisi eksentrik ini mengibaratkan pergulatan perasaan tersebut layaknya sebuah luka yang menganga dan enggan menutup. Kondisi psikologis itu terus menguras energi emosionalnya, mengalir tanpa henti seolah tidak ada cara untuk membendungnya. Lewat pesan yang mendalam dan penyajian musik yang teatrikal, ‘Stem the Flow’ diharapkan mampu menjadi medium katarsis bagi para pendengar yang sedang mengalami fase serupa dalam hidup mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....