Drama Perjuangan Gamer Muda Mengejar Mimpi Besar Dunia

  • 12 Mei 2026 13:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta: Film Nobody Loves Kay hadir mengangkat perjalanan seorang remaja mengejar cita-cita menjadi atlet esports profesional. Disutradarai oleh Bernardus Raka, film ini bukan sekadar kisah tentang permainan Mobile Legends, tetapi juga menggambarkan perjuangan hidup, persahabatan, hingga hubungan keluarga. Karya ini menjadi debut film panjang sang sutradara setelah sebelumnya mengembangkan cerita dari film pendek berjudul The Dream Chaser.

Dari 21cineplex.com, cerita berfokus pada Kay, seorang pelajar SMA yang bercita-cita menjadi pro player terkenal bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio. Mereka berjanji akan meraih mimpi yang sama di dunia esports. Namun perjalanan menuju impian tersebut tidaklah mudah. Nilai sekolah Kay terus menurun hingga membuat ibunya mengancam akan memindahkannya ke Arab agar tinggal bersama kedua orang tuanya. Situasi itu membuat Kay semakin tertekan karena takut kehilangan dunia gaming yang sangat ia cintai.

Di tengah masalah tersebut, Kay mencoba memperbaiki nilai sekolahnya dengan bantuan Amanda, siswi paling pintar di kelas. Meski begitu, ambisinya di dunia kompetitif Mobile Legends tetap berjalan. Fokus Kay yang mulai terbagi membuat hubungan dengan sahabatnya merenggang. Ido merasa Kay tidak lagi serius membangun kerja sama tim, sementara Aurelio juga harus menghadapi persoalan keluarga. Konflik semakin besar hingga Kay akhirnya dikeluarkan dari tim yang mereka bangun bersama.

Ambisi besar membuat Kay rela mengorbankan banyak hal demi mencapai turnamen impian. Persahabatan yang dulu begitu kuat perlahan hancur, bahkan hubungan dengan keluarga ikut memburuk. Kay kehilangan orang-orang terdekatnya satu per satu, dikeluarkan dari sekolah, dan berada di titik terendah dalam hidupnya. Namun dari kondisi tersebut, ia mulai menyadari bahwa kemenangan tidak selalu berarti jika harus diraih sendirian tanpa dukungan orang-orang yang dicintai.

Film ini juga menyampaikan pesan penting tentang dunia esports yang sering disalahpahami. Melalui karakter Ido, penonton diperlihatkan bahwa menjadi atlet profesional bukan hanya soal bermain game tanpa batas waktu. Dibutuhkan latihan yang terarah, kedisiplinan, dan proses panjang untuk mencapai prestasi.

Penampilan Bima Azriel sebagai Kay berhasil menghadirkan emosi yang kuat dalam setiap konflik yang dialami tokohnya. Didukung oleh Rey Bong dan Aurora Ribero, film ini menawarkan cerita yang hangat sekaligus menyentuh.

Film produksi Visinema dan ONIC ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....